PT BESTPROFIT FUTURES

Penerapan sistem ganjil genap di Ibu Kota dianggap masih belum maksimal. Sistem itu ‘memaksa’ pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke moda transportasi umum.

Namun sayangnya, moda transportasi umum yang ada di Ibu Kota yaitu bus TransJakarta atau TransJabodetabek serta KRL masih belum memuaskan. Armada yang belum memadai membuat penumpang tetap harus berdesak-desakan di kala jam berangkat dan pulang kantor.

Seperti tampak pada hari pertama pemberlakuan sistem itu pada Selasa (30/8/2016). Ketika jam pulang kantor, baik bus TransJakarta atau TransJabodetabek serta KRL diserbu penumpang.

Para penumpang yang tak kebagian kursi pun terpaksa berdiri, seperti disampaikan salah seorang penumpang TransJakarta bernama Haryo. Menurutnya, armada bus tersebut masih sangat minim.

PT BESTPROFIT FUTURES

Kondisi bus Transj Koridor I pada Selasa kemarin (foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
“Saya setiap hari naik TransJ dan hampir setiap hari berdiri. Sebenarnya saya enggak masalah, cuma yang saya bingung emang busnya kurang? Setiap pulang kerja antara pukul 16.00-19.00 WIB selalu berdiri,” ucap Haryo kepada detikcom di TransJ koridor I, Selasa kemarin.

Bahkan pegawai bank bernama Ardina, yang bekerja di Sawah Besar, Jakpus, mengaku kesal lantaran petugas sering membiarkan bus padat sesak oleh penumpang. Padahal bisa dibatasi jumlahnya, tidak perlu dibuat padat.

“Kadang itu saya suka sebelnya kalau sudah padat masih dibiarkan masuk, padahal sudah penuh. Mungkin maksudnya biar yang nunggu lama bisa masuk, tapi kita di dalam jadi sesak,” kata Ardina.

Lalu bagaimana dengan kondisi KRL?

Pada Selasa kemarin, detikcom mencoba menumpang KRL di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 16.10 WIB. Kepadatan penumpang sudah terasa lantaran memang mendekati jam pulang kantor.

Salah seorang penumpang kereta bernama Tomy (20), mahasiswa Gunadarma yang naik dari Tanah Abang ke Pasar Minggu mengaku tidak nyaman dengan keadaan di kereta saat jam sibuk kerja. Namun saat di luar jam kerja, keadaan di kereta nyaman.

PT BESTPROFIT FUTURES

Penerapan sistem ganjil genap di Ibu Kota dianggap masih belum maksimal. Sistem itu ‘memaksa’ pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke moda transportasi umum.

Namun sayangnya, moda transportasi umum yang ada di Ibu Kota yaitu bus TransJakarta atau TransJabodetabek serta KRL masih belum memuaskan. Armada yang belum memadai membuat penumpang tetap harus berdesak-desakan di kala jam berangkat dan pulang kantor.

Seperti tampak pada hari pertama pemberlakuan sistem itu pada Selasa (30/8/2016). Ketika jam pulang kantor, baik bus TransJakarta atau TransJabodetabek serta KRL diserbu penumpang.

Para penumpang yang tak kebagian kursi pun terpaksa berdiri, seperti disampaikan salah seorang penumpang TransJakarta bernama Haryo. Menurutnya, armada bus tersebut masih sangat minim.
PT BESTPROFIT FUTURES

Kondisi bus Transj Koridor I pada Selasa kemarin (foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
“Saya setiap hari naik TransJ dan hampir setiap hari berdiri. Sebenarnya saya enggak masalah, cuma yang saya bingung emang busnya kurang? Setiap pulang kerja antara pukul 16.00-19.00 WIB selalu berdiri,” ucap Haryo kepada detikcom di TransJ koridor I, Selasa kemarin.

Bahkan pegawai bank bernama Ardina, yang bekerja di Sawah Besar, Jakpus, mengaku kesal lantaran petugas sering membiarkan bus padat sesak oleh penumpang. Padahal bisa dibatasi jumlahnya, tidak perlu dibuat padat.

“Kadang itu saya suka sebelnya kalau sudah padat masih dibiarkan masuk, padahal sudah penuh. Mungkin maksudnya biar yang nunggu lama bisa masuk, tapi kita di dalam jadi sesak,” kata Ardina.

Lalu bagaimana dengan kondisi KRL?

Pada Selasa kemarin, detikcom mencoba menumpang KRL di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 16.10 WIB. Kepadatan penumpang sudah terasa lantaran memang mendekati jam pulang kantor.

Salah seorang penumpang kereta bernama Tomy (20), mahasiswa Gunadarma yang naik dari Tanah Abang ke Pasar Minggu mengaku tidak nyaman dengan keadaan di kereta saat jam sibuk kerja. Namun saat di luar jam kerja, keadaan di kereta nyaman.