Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengaku heran dengan pemberitaan buruk mengenai penanganan covid-19 pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Best Profit
Padahal, lanjut Erick, dari tingkat kematian dibandingkan jumlah populasi, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian terendah. Indonesia menempati posisi ke 16 dari 20 negara di G-20. Bestprofit

“Tapi kalau lihat sumber berita lain selalu kita dijelek-jelekkan soal penanganan covid-19. Kalau lihat dibanding dengan negara G-20, tingkat kematian kita melawan populasi di 20 negara besar itu rangking 16. Berarti kan baik,” terang dia, Jumat (7/8). PT Bestprofit

Erick menyebut pemberitaan buruk tak hanya dari dalam negeri, namun juga ke luar negeri. Selain soal penanganan covid-19, ia menyebut memang sudah ada persepsi buruk negara luar terhadap Indonesia.

Padahal, Indonesia diproyeksi Dana Moneter Internasioanl (IMF) akan menempati posisi 5 dunia berdasarkan PDB pada 2045 mendatang. PT Bestprofit Futures

“Apalagi, persepsi Indonesia di luar negeri jelek sekali, yang kadang saya juga bingung-bingung kenapa,” ucap Menteri BUMN.

Dalam kesempatan sama, Erick membantah riset tak berdasar yang menempatkan Indonesia sebagai negara penanganan covid-19 di ranking 96 di dunia.

Ia menyebut riset tersebut tidak benar. Sebab, di RS pun tak ada antrean untuk perawatan pasien infeksi virus corona. Namun, ia tak menyebut riset yang dimaksudkan.

Erick bilang pemerintah terus melawan pemberitaan buruk tersebut dengan kerja keras demi menyelamatkan RI dari pandemi.

Salah satu kerja nyata, lanjut Erick, pemerintah tengah mempersiapkan produksi vaksin covid-19 lewat BUMN farmasi, yakni PT Bio Farma (Persero). Ia berjanji pemerintah siap memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini.

Meski penuh tantangan, namun ia menyanggupi untuk mulai menyuntikkan vaksin kepada 30 juta hingga 40 juta orang pada Januari-Februari 2021 dengan syarat seluruh komponen pemerintah seperti TNI/Polri, lintas kementerian, dan pemerintah daerah turut berperan aktif membantu.

“Kami memastikan bahwa kalau ini benar semua, Januari-Februari bisa mulai menyuntikkan sampai kurang lebih 30 juta – 40 juta vaksin,” tegas dia.