PT BESTPROFIT Polda Sumsel mengamankan seorang warga yang diduga menyusup dan mengambil video kondisi Makosat Brimob Polda Sumsel. Pelaku yang merupakan pengemudi GO-JEK berinisial MS tidak ditahan dan hanya wajib lapor.

Informasi dihimpun, penangkapan dilakukan personel Intelmob, Direktorat Intelkam dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Sabtu (8/7) malam. Pelaku dijemput di rumahnya di Jalan Bungaran, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang. BESTPROFIT

MS ditangkap karena diduga masuk secara ilegal dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket GO-JEK untuk melakukan perekaman video setiap sudut situasi markas Brimob yang berlokasi di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, beberapa hari lalu. Dalam penangkapan itu, polisi turut membawa sejumlah barang milik MS.

Di antaranya dua unit handphone, jaket dan helm GO-JEK, serta satu unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi BG 6782 ABK. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dan hanya diberlakukan wajib lapor.

“Benar, tetapi belum dapat dibuktikan. (Pelaku) tidak ditahan,” ungkap Prasetijo, Minggu (9/7) malam. BEST PROFIT

Prasetijo memastikan pelaku adalah pengemudi GO-JEK. Namun, dirinya enggan menyebutkan tujuan pelaku memvideokan kondisi Makosat Brimob tersebut. “Ya (pengemudi GO-JEK),” singkatnya

Informasi dihimpun, penangkapan dilakukan personel Intelmob, Direktorat Intelkam dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Sabtu (8/7) malam. Pelaku dijemput di rumahnya di Jalan Bungaran, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.

MS ditangkap karena diduga masuk secara ilegal dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket GO-JEK untuk melakukan perekaman video setiap sudut situasi markas Brimob yang berlokasi di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, beberapa hari lalu. Dalam penangkapan itu, polisi turut membawa sejumlah barang milik MS.

Di antaranya dua unit handphone, jaket dan helm GO-JEK, serta satu unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi BG 6782 ABK. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dan hanya diberlakukan wajib lapor.

“Benar, tetapi belum dapat dibuktikan. (Pelaku) tidak ditahan,” ungkap Prasetijo, Minggu (9/7) malam.