BPF  Maulina Pia Wulandari seakan tak bisa memaafkan ulah pelaku yang sengaja mengedit fotonya di media sosial. Dampak negatif yang diterima Pia membuat perbuatan pelaku tak bisa dimaafkan.
BESTPRO
Apalagi, Pia merupakan seorang dosen di Universitas Brawijaya yang juga menjalankan bisnis fashion. Bisnisnya ini sudah digelutinya sejak lama.
BEST PROFIT
“Semua yang dilakukan oleh pelaku membuat saya marah ditambah dampak negatifnya ke saya, dan keluarga saya membuat saya juga marah,” terang dosen Ilmu Komunikasi ini, Senin (30/7/2018).
BEST PROFIT FUTURES
Kemarahan Pia semakin memuncak, ketika mengetahui pelaku melakukannya karena iseng (bercanda). Pelaku adalah seornag PNS di lingkungan Pemkot Bontang.

“Dia katanya hanya guyonan. Saya jadi korbannya, dia bilang seenaknya dengan mengaku bergurau saja,” beber ibu dua anak ini.
BESTPROFIT
Dia berharap kasus ini mampu dituntaskan oleh aparat kepolisian. Sebab, perbuatan pelaku sudah merusak citra dirinya sebagai akademisi dan enterprenuer.
BESTPROFIT FUTURES
“Tentunya penuntasan kasus ini membawa harapan baru bagi korban bullying di media sosial,” tandasnya.
PT BESTPROFIT
Selain mengedit foto dosen Pia, pelaku juga menuliskan caption tentang harga yang dibebankan. Untuk foto dibandol sebesar Rp 50 ribu dan biaya editing sampai Rp 500 ribu

“Semuanya yang dilakukan, cukup membuat saya dirugikan. Apalagi itu dilakukan di awal dengan mencuri foto saya,” keluh Pia.
PT BEST PROFIT FUTURES
Polres Malang Kota sendiri tengah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan yang dilayangkan dosen Pia beberapa waktu yang lalu.
PT BEST PROFIT
Hingga kini, belum ada perkembangan serius dalam penuntasan kasus dipandang korban menyangkut body shaming ini.
PT BESTPROFIT FUTURES
“Kami masih lidik awal, pemeriksaan awal sudah dilakukan dalam penanganan kasus ini,” ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.