Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan genap 3 tahun memimpin bank bjb, sejak dilantik Desember 2014 lalu. Selama kepemimpinan Ahmad Irfan, bank bjb banyak menorehkan prestasi membanggakan. Salah satu di antaranya adalah membawa bjb dari level Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ke level nasional dengan menempati 15 bank terbaik. BESTPROFIT

Kisah kesuksesan dan pemikiran Ahmad Irfan itu sebagian dituangkan dan dibagikan lewat buku berjudul ‘The Irfan Model: Manuver dan Strategi bank bjb di Tengah Ketidakpastian Ekonomi’.

Buku tersebut yang merangkum pemikiran mengenai strategi mengelola bank BPD di tengah persaingan yang semakin ketat. PT BESTPROFIT

Buku tersebut, merupakan seri kedua sang Dirut, setelah sebelumnya di penghujung tahun 2016 Ahmad Irfan telah berhasil dengan buku pertamanya yang berjudul Inside The Mind Of A Leader: Membangun Indonesia, Memahami Negeri.

Bahkan, buku The Irfan Model, akan diterbitkan oleh International Journal Mining Challenge Banking Society lantaran masuk dalam 40 dari 400 hasil penelitian terbaik di dunia.

Buku itu berisi mengenai kesuksesan bank bjb dalam 4 tahun terakhir yang berhasil mentransformasikan diri dari status sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi perbankan bertaraf nasional.

Memimpin sejak tahun 2014, Ahmad Irfan mampu membawa bank bjb pada berbagai inovasi untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan dan kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian. BEST PROFIT

Pengalamannya di dunia perbankan selama lebih dari 30 tahun, membuat Ahmad Irfan memiliki misi untuk meningkatkan daya saing bisnis BPD di Indonesia. Penelitian disertasi bersifat empiris dilakukan dan menghasilkan sebuah metode ilmu baru yang dinamakan The Irfan Model.

Artinya The Irfan Model dapat didebat dan diimplementasikan oleh dunia internasional karena telah divalidasi.

“Jika teori The Irfan Model diuji atau digunakan oleh berbagai negara di dunia. Lalu berdampak sama positifnya (seperti bank bjb) maka bukan tidak mungkin, Ahmad Irfan berkesempatan meraih Nobel Prize,” ujar Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, Aldrin Herwany saat peluncuran buku The Irfan Model di Kantor Pusat bank bjb, Senin (18/12).

Meski pembahasan dalam buku The Irfan Model yang juga dicetak dalam format Bahasa Inggris, namun materinya lebih fokus pada penerapan bagi industri perbankan khususnya BPD. Intisari pemikiran dan strategi yang dijabarkan juga dapat digunakan untuk segala bidang usaha.

The Irfan Model menjelaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing khususnya bagi BPD, diperlukan formula dan strategi yang tepat melalui tiga pendekatan yaitu adopsi teknologi, manajemen inovasi dan pengelolaan sumber daya.