PT BESTPROFIT FUTURES – Turnamen Piala Wali Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) dinodai dengan penganiayaan terhadap wasit Ishak Ibrahim yang memimpin pertandingan antara PS Banteng melawan PS Puma. Akibat kejadian itu kepala dan pelipis Ishak mengalami luka robek.

Ketua Panitia Piala Wali Kota Ternate, Amin Subuh menyatakan, insiden penganiayaan yang dilakukan pemain PS Banteng terhadap wasit terjadi setelah penyerang PS Puma mencetak gol melalui Rahmat Rivai di babak kedua menit 69 dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk PS Puma.

Gol yang dicetak mantan pemain Timnas Indonesia itu dinilai berbau offside, akibatnya ratusan pendukung PS Banteng masuk ke lapangan dan melakukan pelemparan terhadap perangkat pertandingan.

Bahkan, wasit Ishak akan melanjutkan pertandingan mendapat perlawanan dari official PS Banteng, bahkan mereka mengejar dan melakukan penyerangan.

Saat itu, sejumlah pemain PS Banteng yang berdekatan dengan wasit langsung menganiaya hingga mengalami luka sobek di kepala dan pelipis, bahkan mendapatkan pukulan dan tendangan mulai dari pemain cadangan hingga pendukung tim tersebut.

Polisi yang berjaga di pertandingan tersebut langsung mengamankan wasit dan membawanya ke RSU Chasan Boesoerie untuk mendapatkan pelayanan medis.
PT BESTPROFIT FUTURES
Amin mengatakan, tindakan anarkis pendukung PS Banteng ini membuktikan suporter belum menunjukkan sikap dewasa dalam menerima hasil pertandingan.

“Oleh karena itu, kami meminta kasus ini diproses hukum dan komisi disiplin dapat mengambil keputusan dengan mengacu pada aturan PSSI,” katanya. Demikian dilansir dari Antara, Minggu (25/12).

Turnamen Piala Wali Kota Ternate ini masuk babak empat besar, masing-masing tim yang lolos yakni PS Persisam Sangaji, PS Olimpic, PS Sinar Selatan dan PS Puma.

Turnamen ini diikuti tiga pemain tim nasional (Timnas) Indonesia Piala AFF 2016 asal Ternate. Mereka memanfaatkan libur kompetisi untuk kembali ke kampung halaman sekaligus mengikuti kompetisi lokal Piala Walikota Ternate.

Ketiga pemain timnas asal Ternate yang kembali ke kampung halamannya untuk ikut piala wali kota yakni Rizki Pora, Zulham Zamrun, Abduh Lestaluhu.

Bahkan, wasit Ishak akan melanjutkan pertandingan mendapat perlawanan dari official PS Banteng, bahkan mereka mengejar dan melakukan penyerangan.

Saat itu, sejumlah pemain PS Banteng yang berdekatan dengan wasit langsung menganiaya hingga mengalami luka sobek di kepala dan pelipis, bahkan mendapatkan pukulan dan tendangan mulai dari pemain cadangan hingga pendukung tim tersebut.
PT BESTPROFIT FUTURES
Polisi yang berjaga di pertandingan tersebut langsung mengamankan wasit dan membawanya ke RSU Chasan Boesoerie untuk mendapatkan pelayanan medis.

Amin mengatakan, tindakan anarkis pendukung PS Banteng ini membuktikan suporter belum menunjukkan sikap dewasa dalam menerima hasil pertandingan.