PT BESTPROFIT FUTURES – Tahun 2016 akan berakhir dalam menghitung hari. Selama 2016, pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan mengalami perlambatan. Menurut data dari Organisasi International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi dunia di angka 3,1 persen dan angka ini lebih rendah dibandingkan pencapaian sebesar 3,2 persen ditahun 2015.

Walau pertumbuhan ekonomi dunia mengalami perlambatan, ini tidak terlalu berdampak pada ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditahun 2016 ditarget mencapai 5 persen setelah membukukan pertumbuhan 4,7 persen di tahun 2015. Cerahnya ekonomi Indonesia disebabkan karena rendahnya inflasi dan tingginya pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Di tengah perlambatan ekonomi global, pergerakan harta orang kaya Indonesia malah menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Menurut data Forbes yang baru dirilis pada Desember 2016, tahun ini ada tiga orang pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia. Dari 50 ini, 36 orang mengalami kenaikan kepemilikan harta dan hanya 12 orang yang kekayaannya justru turun.

Secara total, harta 50 orang terkaya Indonesia ini mencapai USD 99 miliar atau setara Rp 1.337,5 triliun (USD 1=Rp 13.510), atau meningkat dari USD 92 miliar tahun lalu. Angka ini hampir menyamai target penerimaan negara dari pajak dalam APBN-P 2016.

PT BESTPROFIT FUTURES

Secara garis besar, orang terkaya di Indonesia masih didominasi oleh muka-muka lama. Tercatat selama delapan tahun berturut-turut posisi pertama masih ditempati oleh Budi dan Michael Hartono dengan jumlah kekayaan mencapai USD 17,1 miliar. Penasbihan tahun ini membuat posisi Hartono bersaudara belum tergoyahkan dalam delapan tahun berturut-turut. Nampaknya akan sulit bagi pesaing untuk merebut posisi pertama dalam waktu dekat. Penyebabnya, margin perbedaan kekayaan Hartono bersaudara dengan posisi kedua yang mencapai USD 10 miliar.

Budi dan Michael Hartono juga merupakan peraup penghasilan terbesar yakni senilai USD 1,7 miliar setahun. Dana ini berhasil didapat dari kenaikan nilai investasinya di Bank Central Asia (BCA).

Pergerakan harta Hartono bersaudara ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Forbes merilis ditahun 2015, di mana bos Djarum yang merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini hanya mencatatkan kekayaan USD 15,4 miliar atau setara dengan Rp 218 triliun. Sebagai informasi pundi-pundi kekayaan Hartono bersaudara bukan hanya didapat dari keuntungan PT. Djarum, namun juga melebarkan sayapnya ke sektor properti antara lain Puri Cugni, Graha Padma Internusa, Nagaraja Lestari, dan Cipta Bumi Indah.