110919_GARUT_KEKERINGAN 1 004

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Musim kemarau berkepanjangan di akhir 2014 mengakibatkan beberapa lahan padi puso atau gagal panen di beberapa wilayah Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat total areal lahan padi yang puso mencapai 30.000 hektar.

“Yang kena musim kering sekarang ada 100.000 hektar itu memang kering dan nggak ada air sama sekali. Kalau kita ambil rata-rata 10% saja itu bisa mencapai 10.000 hektar yang puso, tetapi yang puso data kita menyebut ada 30.000 hektar lahan padi,” ungkap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (20/10/2014).

Rusman mengatakan musim kemarau yang terjadi saat ini sama seperti tahun-tahun yang sudah. Menurut kalender musim tanam Kementerian Pertanian, bulan April hingga Oktober memang masuk musim kemarau. Ia menegaskan seluas 30.000 lahan yang puso, tidak berdampak serius kepada target produksi padi gabah kering di 2014.

“Jadi ini bukan sesuatu yang sekali terjadi. Gerakan di lapangan kita tetap melihat kegiatan produksi. Produksi padi di tahun 2014 ini paling tidak sama dengan tahun 2013, bahkan positif di angka 71 juta ton,” imbuhnya.

Sementara itu, ia juga meminta petani bersiap diri untuk memasuki kalendar tanam kedua di tahun 2014. Menurut hitung-hitungan Rusman tanda-tanda musim hujan sudah mulai tampak. Bahkan hujan lebat sudah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Kalau dibilang kemarau panjang itu sudah tidak pas juga karena musim hujan sudah mulai. Jadi sudah mulai hujan. Kalau melihat BMKG awal November nanti sudah mulai hujan,” sebutnya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Musim kemarau berkepanjangan di akhir 2014 mengakibatkan beberapa lahan padi puso atau gagal panen di beberapa wilayah Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat total areal lahan padi yang puso mencapai 30.000 hektar.

“Yang kena musim kering sekarang ada 100.000 hektar itu memang kering dan nggak ada air sama sekali. Kalau kita ambil rata-rata 10% saja itu bisa mencapai 10.000 hektar yang puso, tetapi yang puso data kita menyebut ada 30.000 hektar lahan padi,” ungkap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (20/10/2014).