PT BESTPROFIT FUTURES – Kandidat dari partai oposisi di Rusia, Alexei Navalny, percaya diri dapat mengalahkan petahana Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah menduduki kursi presiden selama 18 tahun, dalam pemilihan umum presiden 2018.

Dilansir dari VOA News, Senin (18/12/2017) dalam wawancara pertamanya, dia yakin akan memenangkan pemilu presiden kecuali sistem politik yang menghukumnya karena mengumpulkan dukungan. PT BESTPROFIT

Namun, jajak pendapat independen terbaru pada bulan ini oleh Levada Center, menunjukkan 75 persen warga Rusia akan memilih Putin. BESTPROFIT

Sementara, pendukung Navalny terus dicela, ditangkap, dan didenda ketika mencoba menyebarkan dukungan terhadapnya. BEST PROFIT

Di sisi lain, jajak pendapat Levada Center pada April 2017, menemukan 51 persen masyarakat bosan menanti Putin untuk membawa perubahan positif bagi Rusia.

Kedua jajak pendapat itu dilakukan terhadap 1.600 orang di seluruh Rusia, dengan margin of error 2,5 persen.

Navalny berharap bisa memanfaatkan ketidakpuasan masyarakat terhadap Putin.

“Putin tidak punya apapun untuk dikatakan. Dia memberikan janji seperti sebelumnya, dan Anda bisa memastikan janji itu tidak jadi kenyataan,” ucapnya.

Seperti diketahui, masa kampanye calon presiden Rusia resmi dimulai, pada Senin (18/12/2017) waktu setempat.

Surat kabar pemerintah Rusia, Rossiyskaya Gazeta, melaporkan Dewan Federasi Rusia, atau majelis tinggi parlemen secara resmi memulai kampanye pemilu presiden.

Komisi Pemilihan Umum Rusia (CEC) menyebutkan ada 23 kandidat yang telah menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri sebagai presiden Rusia, termasuk Putin.

Ketua CEC Ella Pamfilova mengatakan kandidat yang berasal dari partai politik, harus mengumpulkan tidak kurang dari 100.000 tanda tangan pemilih.

Sementara, calon presiden independen harus mengumpulkan setidaknya 300.000 tanda tangan pemilih, paling lambat 1 Februari 2018.

Rakyat Rusia akan menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden pada 18 Maret 2018.

Sumber : Kompas