PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES – Nilai mata uang digital bitcoin sepanjang tahun ini telah meningkat lebih dari 1.000 persen. Awal pekan ini, nilai bitcoin sudah mencapai 12.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 162 juta.

Namun demikian, banyak bank sentral memandang bahwa mata uang digital bukan alat pembayaran yang sah di negara. Hal ini pun telah ditegaskan oleh Bank Indonesia (BI). PT BESTPROFIT

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyatakan, mata uang digital saat ini memang berkembang. Tidak hanya bitcoin, mata uang digital lainnya juga mengalami peningkatan nilai secara signifikan. BESTPROFIT

Namun, bank sentral di dunia ini juga tengah mempelajari mata uang digital. Akan tetapi, sikap BI sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran terkait mata uang digital adalah tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah. BEST PROFIT

“Tentu yang di luar yang diakui bank sentral tidak diakui sebagai sistem pembayaran,” kata Mirza dalam diskusi bertajuk “Transaksi Zaman Now, Bye Bye Tunai” di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Mirza menegaskan, bitcoin saat ini tidak diakui oleh BI sebagai alat pembayaran di Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat dan pedagang atau merchant diminta tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran.

“Sebaiknya merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran,” ungkap Mirza.

Mirza menyatakan, karena bitcoin dan mata uang digital lainnya tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah oleh BI, maka BI tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang dialami konsumen atau merchant terkait transaksi dengan mata uang digital.

” Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran, sehingga merchant tidak boleh menerima bitcoin sebagai alat pembayaran,” jelas Mirza.

Sumber : Kompas