Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap ada tiga jurus untuk menguatkan kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pertumbuhan ekonomi Tanah Air di eradigital. Best Profit

“Kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital,” ujar Perry dalam keterangan resmi, Jumat (28/8). Bestprofit

Perry menjelaskan kreativitas dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Lalu, digitalisasi untuk memperkuat akses produk ke pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, sinergi juga dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi kebijakan nasional pusat dan daerah. Misalnya dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM.Hal ini pun dikembangkan pemerintah dan BI dengan program UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital. Caranya dengan membangun infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal. PT Bestprofit

“BI senantiasa mendukung pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan peningkatan kontribusi UMKM perlu dilakukan sesegera mungkin, meski Indonesia tengah menghadapi pandemi virus corona atau covid-19. Justru menurutnya, pandemi merupakan kesempatan untuk mengakselerasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis kecil.

“Khususnya optimalisasi pemasaran digital melalui platform ecommerce Indonesia,” jelas Wishnutama. PT Bestprofit Futures

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp695,2 triliun untuk penanganan dampak pandemi covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun ini. Khusus untuk UMKM, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk menstimulasi kegiatan usaha di sektor kecil.

Sisanya, diberikan ke sektor kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp106,11 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun.