Xiaomi Corp Headquarters

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Selama kuartal II 2014, Xiaomi adalah merk smartphone yang paling laris di China, dengan pangsa pasar sebesar 14%. Samsung membuntuti di belakangnya dengan pangsa pasar 12%.

Data itu dilansir oleh Canalys, sebuah lembaga peneliti pasar. Menurut mereka, kesuksesan Xiaomi itu karena mereka berhasil menarik perhatian konsumen di Tiongkok dengan smartphone high end berharga murah.

Meskipun Xiaomi menguasai pangsa pasar di Tiongkok, ternyata mereka bukanlah merk smartphone yang paling populer di Negeri Tirai Bambu itu.

Menurut China Brand Research Center, Apple adalah merk smartphone yang paling populer di negara Tirai Bambu, menyingkirkan Samsung yang memuncaki posisi yang sama pada tahun 2013.

Seperti dilansir Cnet, Rabu (5/11/2014), lembaga itu mengukur kepopuleran sebuah merk dengan melakukan survei mengenai loyalitas pengguna dan brand awareness.

Survei itu dilakukan terhadap sekitar 13 ribu penduduk China yang tersebar di 30 kota, dengan umur 15 sampai 60 tahun, dan dilakukan dari Agustus 2013 sampai Januari 2014.

“Jika perusahaan terlalu fokus pada pangsa pasar namun tak mengindahkan konsumennya, itu akan menyebabkan masalah di brand management,” ujar lembaga itu dalam keterangannya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Selama kuartal II 2014, Xiaomi adalah merk smartphone yang paling laris di China, dengan pangsa pasar sebesar 14%. Samsung membuntuti di belakangnya dengan pangsa pasar 12%.

Data itu dilansir oleh Canalys, sebuah lembaga peneliti pasar. Menurut mereka, kesuksesan Xiaomi itu karena mereka berhasil menarik perhatian konsumen di Tiongkok dengan smartphone high end berharga murah.

Meskipun Xiaomi menguasai pangsa pasar di Tiongkok, ternyata mereka bukanlah merk smartphone yang paling populer di Negeri Tirai Bambu itu.

Menurut China Brand Research Center, Apple adalah merk smartphone yang paling populer di negara Tirai Bambu, menyingkirkan Samsung yang memuncaki posisi yang sama pada tahun 2013.

Seperti dilansir Cnet, Rabu (5/11/2014), lembaga itu mengukur kepopuleran sebuah merk dengan melakukan survei mengenai loyalitas pengguna dan brand awareness.

Survei itu dilakukan terhadap sekitar 13 ribu penduduk China yang tersebar di 30 kota, dengan umur 15 sampai 60 tahun, dan dilakukan dari Agustus 2013 sampai Januari 2014.

“Jika perusahaan terlalu fokus pada pangsa pasar namun tak mengindahkan konsumennya, itu akan menyebabkan masalah di brand management,” ujar lembaga itu dalam keterangannya.