40d380f5-bef0-486b-93e5-a61afb040d85_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Setelah melesat cepat, Xiaomi terus menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Perusahaan asal China ini anjlok penjualannya dan mulai dilibas lawan-lawannya di pasar China. Padahal mereka sempat memimpin di kandangnya itu.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/8/2016), penelitian dari biro riset IDC menyatakan penjualan Xiaomi di kuartal II 2016 merosot 38% dibandingkan tahun sebelumnya. Xiaomi mengapalkan 10,5 juta unit smartphone di kuartal itu, turun dari tahun lalu yang sejumlah 17,1 juta.

Dengan hasil tersebut, Xiaomi sekarang ada di posisi empat vendor terbesar di China. Posisi pertama sampai ketiga berturut-turut dipegang oleh Huawei, Oppo dan Vivo. Ketiga vendor teratas itu sangat dominan dengan kombinasi market share 47%.

Nasib buruk juga menimpa Apple, di mana penjualan mereka di negara Tirai Bambu itu, yang sekarang adalah pasar smartphone terbesar di dunia, belum membaik. IDC mencatat pengapalan iPhone ke China menurun 32%, menempatkan Apple di peringkat kelima.

“iPhone kekurangan fitur semacam tahan air dan wireless charging. Apple perlu mengejar dalam kompetisi ini jika mereka ingin melawan,” sebut analis dari Canalys, Jessie Ding.

Huawei, Oppo dan Vivo sendiri memang agresif di pasar serta melakukan strategi jitu untuk menarik minat konsumen. Huawei misalnya, bekerja sama dengan Leica untuk membuat kualitas kamera ponselnya lebih baik.

Sedangkan Oppo memposisikan diri sebagai ponsel dengan kamera selfie memikat. Mereka juga tak segan menyewa selebritis papan atas untuk beriklan, sebuah strategi yang mulai ditiru vendor lain.

“Setelah vendor menyaksikan kesuksesan Oppo dengan model R9, mereka juga mulai mengikuti tren menyewa selebritis untuk mewakili brand mereka dan menarik kalangan anak muda,” sebut Xiaohan Tay dari IDC Asia Pacific.

PT BESTPROFIT FUTURES

Setelah melesat cepat, Xiaomi terus menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Perusahaan asal China ini anjlok penjualannya dan mulai dilibas lawan-lawannya di pasar China. Padahal mereka sempat memimpin di kandangnya itu.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/8/2016), penelitian dari biro riset IDC menyatakan penjualan Xiaomi di kuartal II 2016 merosot 38% dibandingkan tahun sebelumnya. Xiaomi mengapalkan 10,5 juta unit smartphone di kuartal itu, turun dari tahun lalu yang sejumlah 17,1 juta.

Dengan hasil tersebut, Xiaomi sekarang ada di posisi empat vendor terbesar di China. Posisi pertama sampai ketiga berturut-turut dipegang oleh Huawei, Oppo dan Vivo. Ketiga vendor teratas itu sangat dominan dengan kombinasi market share 47%.

Nasib buruk juga menimpa Apple, di mana penjualan mereka di negara Tirai Bambu itu, yang sekarang adalah pasar smartphone terbesar di dunia, belum membaik. IDC mencatat pengapalan iPhone ke China menurun 32%, menempatkan Apple di peringkat kelima.