8fdf0c58-7ea2-4f89-95a2-e50c7e5488a2_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta – Max Verstappen belum genap berusia 17 tahun – yang artinya dia belum punya SIM – saat dikontrak sebagai pebalap F1. Tapi kini dia sudah jadi pebalap termuda yang meraih kemenangan di F1.

Saat menyentuh garis finis di posisi pertama pada GP Spanyol, Minggu (15/5/2016) kemarin, Verstappen baru berusia 18 tahun dan 228 hari. Dia sekitar tiga tahun lebih muda dibanding saat Sebastian Vettel mengukuhkan diri sebagai pebalap termuda (21 tahun dan 73 hari) yang menang F1 di Italia tahun 2008 lalu.

Kemenangan Verstappen di Spanyol tentu saja menjadi sensasi besar. Bukan sekadar usianya yang masih sangat muda dan fakta bahwa dia meraihnya dalam balapan debut bersama Red Bull – setelah pada empat seri sebelumnya memperkuat Scuderia Toro Rosso. Verstappen berhasil memberi warna baru buat F1 yang dalam periode cukup panjang didominasi Mercedes. Khusus untuk Red Bull, ini merupakan kemenangan pertama mereka sejak balapan di Spa 2014.

Berkewarganegaraan Belanda, Verstappen bukan nama asing di dunia F1. Ayahnya, Jos Verstappen, adalah mantan driver F1 yang aktif membalap pada periode 1994 sampai 2003. Tak seperti anaknya yang dinilai akan menjadi ‘The Next Big Thing‘ di F1, karier Vertsappen senior di F1 biasa saja. Dia sama sekali tidak pernah meraih kemenangan dan cuma dua kali naik podium.

Sebaliknya pada Vertappen muda, dia sudah menjadi sensasi sejak tahun 2014 saat menjadi test driver Scuderia Toro Rosso. Di tahun yang sama dia ditunjuk oleh Toro Rosso sebagai salah satu pebalapnya mulai musim 2015, mengisi kekosongan kursi karena Daniil Kvyat promosi ke Red Bull.

Karena SIM baru bisa dipunya mereka yang sudah berusia 18 tahun, maka saat menjalani debut F1 di GP Australia musim 2015, Verstarppen belum memiliki SIM. Tapi dia tentu saja sudah mengantongi Super Lisence sebagai syarat tampil di F1. Itu artinya dia belum boleh mengendarai mobil di jalan umum, tapi sudah bisa menggeber mobil F1 hingga menembus kecepatan 200 km/jam lebih.

Baru pada September 2015 dia mendapatkan SIM-nya. “Harus saya katakan kalau sangat melegakan bisa lolos tes (SIM). Saya sedikit gugup khawatir membuat kesalahan, tapi tesnya berjalan baik,” seloroh Verstappen ketika itu.

Kemunculan Verstappen di balapan F1 pada akhirnya memaksa F1 mengubah regulasi soal batasan usia. Mulai tahun 2015 setiap pebalap F1 harus minimal berusia 18 tahun. Verstappen tak terkena aturan tersebut karena dia sudah ditetapkan sebagai driver Toro Rosso sejak semusim sebelumnya.

Meski gagal meraih kemenangan dan tidak pernah naik podium, musim pertama Vertappen di Toro Rosso diklaim berakhir memuaskan. Dia duduk di posisi 12 klasemen akhir dengan poin 49, dengan hasil terbaik finis keempat di Hongaria dan Amerika Serikat.

Di awal musim 2016 ini penampilan Vertappen juga belum meningkat secara signifikan. Pada empat balapan pertama hasil yang berturut-turut dia raih adalah posisi 10, 6, 8, dan gagal finis. Tapi Verstappen ternyata dapat promosi ke Red Bull sekitar pekan lalu.

Dan di balapan pertamanya dengan menunggangi Red Bull dia sudah memberi tim tersebut kemenangan.

12cf02b3-8da8-4bde-84a0-40eb30ce517a_169

 

 

 

 

“Itu yang dilalukan seorang juara. Anda memanfaatkan kesempatan saat peluang itu ada dan dia kemudian membalap dengan sangat alami. Dia benar-benar sudah membaik,” ucap juara F1 1997, Jacques Villeneuve, terkait sukses Verstappen dan crash yang dialami Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

“Anda selalu akan bilang, dia penerus Ayton Senna . Itu Michale Schumacher baru. (Tapi) dia Bertappen. Dia sudah memenangi balapan, kita lihat apa yang terlintas ke kepalanya. Apakah itu akan membuatnya lebih lambat atau lebih cepat. Kuncinya adalah bagaimana dia bereaksi, seharusnya itu mengarah ke lebih baik,” lanjut Villeneuve di TheStar. PT BESTPROFIT FUTURES

Sumber : www.detiksport.com