599d4a52-212e-42c6-ad45-581c0212f709_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Samsung Pay mencatat kerugian bersih USD 16,8 juta atau sekitar Rp 218,18 miliar selama 2015. Padahal, ini adalah tahun pertama layanan mobile payment tersebut dijalankan Samsung.

Meski demikian, Samsung melihat kondisi ini sebagai investasi yang akan memberikan keuntungan kompetitif melawan rivalnya untuk segmen mobile payment smartphone.

Menurut laporan audit Samsung di 2015, Samsung Pay mencatat penjualan USD 4,12 juta dan kerugian bersih USD 16,8 juta. Utang dan kekayaan bersih masing-masing USD 23,6 juta dan USD 10,5 juta.

Dikutip detikINET dari Sammobile, Selasa (8/3/2016), Samsung membeli LoopPay yang kini bernama Samsung Pay seharga USD 229 juta pada Februari 2015. Namun sepertinya Samsung masih harus bekerja keras agar bisa balik modal, jika melihat performa divisi bisnis barunya tersebut.

Sejumlah pengamat menilai, Samsung ingin mempelajari kebiasaan berbelanja konsumennya melalui Samsung Pay. Ini juga yang dilakukan solusi mobile payment milik Apple, Google, LG dan lainnya.

Dengan mempelajari perilaku berbelanja konsumen, Samsung bisa memperoleh data mengenai kecenderungan konsumen dalam membeli sesuatu, sehingga bisa diaplikasikan pada strategi marketingnya di masa depan. (rns/rou)

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Samsung Pay mencatat kerugian bersih USD 16,8 juta atau sekitar Rp 218,18 miliar selama 2015. Padahal, ini adalah tahun pertama layanan mobile payment tersebut dijalankan Samsung.

Meski demikian, Samsung melihat kondisi ini sebagai investasi yang akan memberikan keuntungan kompetitif melawan rivalnya untuk segmen mobile payment smartphone.

Menurut laporan audit Samsung di 2015, Samsung Pay mencatat penjualan USD 4,12 juta dan kerugian bersih USD 16,8 juta. Utang dan kekayaan bersih masing-masing USD 23,6 juta dan USD 10,5 juta.

Dikutip detikINET dari Sammobile, Selasa (8/3/2016), Samsung membeli LoopPay yang kini bernama Samsung Pay seharga USD 229 juta pada Februari 2015. Namun sepertinya Samsung masih harus bekerja keras agar bisa balik modal, jika melihat performa divisi bisnis barunya tersebut.

Sejumlah pengamat menilai, Samsung ingin mempelajari kebiasaan berbelanja konsumennya melalui Samsung Pay. Ini juga yang dilakukan solusi mobile payment milik Apple, Google, LG dan lainnya.

Dengan mempelajari perilaku berbelanja konsumen, Samsung bisa memperoleh data mengenai kecenderungan konsumen dalam membeli sesuatu, sehingga bisa diaplikasikan pada strategi marketingnya di masa depan. (rns/rou)