131746720160809kp21-kcm1780x390 (1)

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Pengamat Transportasi Danang Parikesit menilai ketidaksempurnaan pengoperasian perdana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu disebabkan kurangnya sosialisasi. Sehingga, ada berapa calon penumpang pesawat yang kurang puas dengan pelayanan di Terminal 3.

“Masyarakat tidak terbiasa dengan konsep soft opening untuk fasilitas publik. Sehingga perlu sosialisasi, jadi masyarakat tahu proses penyesuaian ini,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Menurut dia, pihak PT Angkasa Pura II (AP II) Persero selaku operator Terminal 3 harus menyosialisasikan pengoperasian perdana melalui media massa dan sosial media.

AP II, kata dia, juga harus memberikan informasi bahwa masih terdapat pengerjaan proyek yang belum selesai di Terminal 3. Itu dilakukan agar calon penumpang memaklumi keadaan yang ada saat berkunjung ke Terminal 3.

Selain itu, Danang menuturkan harusnya pada pengoperasian ini harus disertai dengan pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau passenger service charge (PSC).

Sehingga masyarakat punya ekspektasi yang tepat terutama saat merespon ketidaksempurnaan pelayanan.

“Ini sama prinsipnya dengan soft opening jalan tol yang menggratiskan biaya tol selama beberapa waktu misal satu minggu atau bahkan satu bulan. Supaya ada fairness,” ujarnya.

Oleh karena itu, Danang berharap AP II mengajak lembaga-lembaga seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) untuk pantau kepuasan calon penumpang terhadap pelayanan di Terminal 3.

“Ini dilakukan supaya ada perbaikan yang terus menerus dan sistemik,” pungkasnya. Seperti diketahui, Seperti diketahui, Terminal 3 Bandara Soerkarno-Hatta resmi beroperasi pada 9 Agustus 2016 kemarin.

Namun, operasi Terminal 3 ini masih terdapat masalah. Salah satunya, mati listrik di executive lounge Garuda Indonesia.

PT BESTPROFIT FUTURES

Pengamat Transportasi Danang Parikesit menilai ketidaksempurnaan pengoperasian perdana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu disebabkan kurangnya sosialisasi. Sehingga, ada berapa calon penumpang pesawat yang kurang puas dengan pelayanan di Terminal 3.

“Masyarakat tidak terbiasa dengan konsep soft opening untuk fasilitas publik. Sehingga perlu sosialisasi, jadi masyarakat tahu proses penyesuaian ini,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Menurut dia, pihak PT Angkasa Pura II (AP II) Persero selaku operator Terminal 3 harus menyosialisasikan pengoperasian perdana melalui media massa dan sosial media.

AP II, kata dia, juga harus memberikan informasi bahwa masih terdapat pengerjaan proyek yang belum selesai di Terminal 3. Itu dilakukan agar calon penumpang memaklumi keadaan yang ada saat berkunjung ke Terminal 3.

Selain itu, Danang menuturkan harusnya pada pengoperasian ini harus disertai dengan pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau passenger service charge (PSC).