81e6b380-4b26-4e79-950a-49e677ac9c21_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Aturan network sharing dikhawatirkan malah bisa membuat operator telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dikuasai asing jadi semakin malas membangun jaringan hingga ke pelosok negeri.

Kekhawatiran itu disampaikan Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, yang sempat menjadi anggota komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

“Network sharing bukan diperuntukkan untuk membantu operator telekomunikasi yang malas membangun jaringan. Para operator asing hanya menjadikan network sharing sebagai kedok agar dapat mengefisiensikan biaya belanja modal dan operasionalnya,” sesalnya kepada detikINET, Selasa (19/7/2016).

Operator yang dimaksud Ridwan tak lain adalah operator yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh asing. Meskipun mereka punya lisensi nasional, namun komitmen pembangunannya belum sesuai dengan modern licensing.

Alhasil, para operator itu pun, masih kata dia, terus mendorong keluarnya regulasi network sharing di Indonesia melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53 tahun 2000 tentang spectrum sharing.

Revisi PP No 52 rencananya akan mengubah perihal modern licensing bagi penyelenggara telekomunikasi dengan tidak lagi menitikberatkan kepada pembangunan infrastruktur tetapi di service level agreement (SLA). Sedangkan Revisi PP No 53 rencananya akan membuka peluang penggunaan frekuensi secara bersama oleh operator.

“Mereka memang sudah niat malas bangun kok. Mustinya dulu kita cari investor asing yang benar-benar niat membangun, bukannya malah cari kreditan dari bank di dalam negeri. Mereka mustinya bawa dolar dong masuk ke sini,” sesal Ridwan lagi.

PT BESTPROFIT FUTURE

Aturan network sharing dikhawatirkan malah bisa membuat operator telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dikuasai asing jadi semakin malas membangun jaringan hingga ke pelosok negeri.

Kekhawatiran itu disampaikan Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, yang sempat menjadi anggota komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

“Network sharing bukan diperuntukkan untuk membantu operator telekomunikasi yang malas membangun jaringan. Para operator asing hanya menjadikan network sharing sebagai kedok agar dapat mengefisiensikan biaya belanja modal dan operasionalnya,” sesalnya kepada detikINET, Selasa (19/7/2016).