menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-gubernur-jawa-barat-ahmad-heryawan_20160515_154632

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, BANDUNG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan terutama beras di Indonesia aman menjelang Ramadan.

Ia pun yakin harga komoditas pangan jelang Ramadan tidak akan mengalami kenaikan.

“Untuk harga beras malah turun. Kami tanya di Kota Bandung saja harga beras justru turun Rp 200 per kilogram,” ujar Amran kepada wartawan di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (15/5/2016).

Amran menyebut, stok beras mencapai 2,1 juta ton.

Angka itu, katanya, dua kali lebih banyak ketimbang tahun lalu yang jumlahnya hanya sekitar 1 juta ton beras.

Menurutnya, stok akan bertambah lantaran masih ada beberapa daerah yang akan masuk masa panen pada Mei dan Juni.

“Jadi ini menggembirakan insya Allah di akhir Mei nanti bisa di atas 2 juta bahkan mendekati 3 juta stok beras kita,” ujar Amran.

Selain itu, katanya, pasokan bawang ada sekitar ribuan ton yang pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.

Ia menyebut, ada sekitar 300 ton bawang yang akan masuk ke Jakarta dalam waktu dekat ini.

Pasokan bawang jelang Ramadan pun diperkirakan mencapai 3 ribu ton.

“Tahun lalu ingat, harga bawang juga stabil dengan tingkat suplai sekitar 100 ton. Akan kami upayakan tidak ada kenaikan. Daging juga ada impor tapi tunggu. Kami koordinasikan dengan kementerian perdagangan. Ada sekitar 10 ribu ton, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” kata Amran.

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES, BANDUNG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan terutama beras di Indonesia aman menjelang Ramadan.

Ia pun yakin harga komoditas pangan jelang Ramadan tidak akan mengalami kenaikan.

“Untuk harga beras malah turun. Kami tanya di Kota Bandung saja harga beras justru turun Rp 200 per kilogram,” ujar Amran kepada wartawan di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (15/5/2016).

Amran menyebut, stok beras mencapai 2,1 juta ton.

Angka itu, katanya, dua kali lebih banyak ketimbang tahun lalu yang jumlahnya hanya sekitar 1 juta ton beras.