Materi Debat Capres Bocor, Contoh Buruk Kejujuran

Materi Debat Capres Bocor, Contoh Buruk Kejujuran

PT BESTPROFIT FUTURE

INILAH.COM, Jakarta – Jika saja apa yang berseliweran di media sosial bahwa materi debat capres ‘bocor’ sebelum waktunya, sejatinya kita memang bangsa pecundang. Kita hanyalah bangsa pinggiran, yang menaruh kejujuran hanya sejengkal saja dari keranjang sampah peradaban.

Itu bila benar bahwa pada pertemuan antara anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay dengan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan, yang dipergoki Arif Poyuwono, aktivis Serikat Pekerja BUMN pada sekitar 23.00 Minggu (8/6) malam itu memang mengagendakan ‘pembocoran’ materi debat. Bila memang kongko di Resto Satay House Senayan, Menteng, Jakarta Pusat, itu tak lebih laiknya anak-anak SMP lancung yang bertemu di 7 Eleven, guna membahas bocoran soal UAN.

Tetapi kita tahu, paling tidak hingga tulisan ini dibuat, semua itu baru kemungkinan. Tak soal, apakah kemungkinan itu sedemikian besar, atau kecil saja, kecuali panas hati para pengunggahnya yang mungkin berkobar-kobar hingga menjilat kepala.

Biarlah soal Haidar Gumay kita kembalikan kepada KPU; soal Komjen Budi kita serahkan kepada Polri. Kalau Pak Trimedya, sebagai wakil rakyat, tentu kita sebagai rakyat yang punya otoritas untuk menghukumnya melalui Pileg—yang sayang sekali masih jauh, 2019 mendatang.

Biar pula Arief Poyuwono menyingkap sendiri apa yang menjadi bahan bisik-bisik antara Komjen Budi dengan Trimedya, anggota Tim Sukses jokowi-JK, seperti ditulis Tribunnews.

Saya bahkan tak berpretensi untuk menyoal sebagian kalangan yang katanya melihat betapa di malam Debat Capres itu Pak Jokowi sangat percaya diri—setelah pada beberapa momen terlihat kikuk tak pede, dan—menurut mereka, seolah sudah mengetahui materi pertanyaan yang diajukan kepadanya.

PT BESTPROFIT FUTURE

INILAH.COM, Jakarta – Jika saja apa yang berseliweran di media sosial bahwa materi debat capres ‘bocor’ sebelum waktunya, sejatinya kita memang bangsa pecundang. Kita hanyalah bangsa pinggiran, yang menaruh kejujuran hanya sejengkal saja dari keranjang sampah peradaban.

Itu bila benar bahwa pada pertemuan antara anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay dengan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan, yang dipergoki Arif Poyuwono, aktivis Serikat Pekerja BUMN pada sekitar 23.00 Minggu (8/6) malam itu memang mengagendakan ‘pembocoran’ materi debat. Bila memang kongko di Resto Satay House Senayan, Menteng, Jakarta Pusat, itu tak lebih laiknya anak-anak SMP lancung yang bertemu di 7 Eleven, guna membahas bocoran soal UAN.