29138315-ae17-44f0-aa63-f5c30d23f736_169 (1)

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Siapa tak kenal lambang Nike, merek olahraga yang digandrungi banyak orang hingga sekarang. Begitu melihat lambang centang khasnya, orang langsung tahu itu adalah Nike.

Phil Knight, salah satu pendiri Nike bercerita, lambang Nike itu dibuat oleh seorang mahasiswa seni grafis di Portland State University dengan bayaran US$ 35, atau kurang dari Rp 500.000 saja.

Nike dibentuk Phil bersama pelatih larinya, Bill Bowerman di Universitas Oregon pada 1964. Phil menjual sepatu Nike dengan cara berkeliling.

Dilansir dari CNBC, Kamis (28/4/2016), Phil mengatakan, Nike tetap fokus mengembangkan teknologi pakaian olahraga, untuk tetap menang di persaingan yang ketat.

“Kami terus bekerja untuk membuat sesuatu, itu yang utama. Dan yang terpenting untuk membuat atlet lari lebih baik, lompat lebih tinggi, dan pergi lebih jauh. Kamu harus memenangkan perang inovasi,” kata Phil.

Penjualan Nike memang terus tumbuh. Kuartal akhir di 2015 lalu, penjualan Nike di China tumbuh 23% secara tahunan. Phil yang berusia 78 tahun, telah memimpin Nike sejak 1980, di mana perusahaan ini melakukan Initial Public Offering (IPO). Saat ini Phil menjabat sebagai Chairman, dan akan pensiun pada Juni nanti.

Nilai kapitalisasi pasar Nike saat ini adalah US$ 99,74 miliar. Pemegang saham memprediksi, kenaikan saham Nike bisa mencapai 216% dalam 5 tahun ke depan.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Siapa tak kenal lambang Nike, merek olahraga yang digandrungi banyak orang hingga sekarang. Begitu melihat lambang centang khasnya, orang langsung tahu itu adalah Nike.

Phil Knight, salah satu pendiri Nike bercerita, lambang Nike itu dibuat oleh seorang mahasiswa seni grafis di Portland State University dengan bayaran US$ 35, atau kurang dari Rp 500.000 saja.

Nike dibentuk Phil bersama pelatih larinya, Bill Bowerman di Universitas Oregon pada 1964. Phil menjual sepatu Nike dengan cara berkeliling.

Dilansir dari CNBC, Kamis (28/4/2016), Phil mengatakan, Nike tetap fokus mengembangkan teknologi pakaian olahraga, untuk tetap menang di persaingan yang ketat.

“Kami terus bekerja untuk membuat sesuatu, itu yang utama. Dan yang terpenting untuk membuat atlet lari lebih baik, lompat lebih tinggi, dan pergi lebih jauh. Kamu harus memenangkan perang inovasi,” kata Phil.

Penjualan Nike memang terus tumbuh. Kuartal akhir di 2015 lalu, penjualan Nike di China tumbuh 23% secara tahunan. Phil yang berusia 78 tahun, telah memimpin Nike sejak 1980, di mana perusahaan ini melakukan Initial Public Offering (IPO). Saat ini Phil menjabat sebagai Chairman, dan akan pensiun pada Juni nanti.