jokowidalam

PT BESTPROFIT FUTURE

Brisbane -Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akan mengikuti acara pertemuan negara-negara maju, G20, di Brisbane Australia. Pada pertemuan G20 ini, Jokowi akan memprentasikan dan mempromosikan visi Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Salah satunya ialah promosi program tol laut atau pendulum nusantara. Sistem transportasi angkutan laut terjadwal ini nantinya membutuhkan pembangunan pelabuhan-pelabuhan besar.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari di Brisbane, Australia, Sabtu (15/11/2014).

“Memang salah satu yang banyak mendapat perhatian adalah masalah konsep maritim termasuk di antaranya masalah infrastrukturnya. Ada 5 pilar di poros maritim. Itu ada pilar infrastruktur yang akan banyak memerlukan tindak lanjut,” kata Retno.

Pemerintah Indonesia, kata Retno, akan menawarkan proyek 24 pelabuhan baru dan peningkatan kapasitas pelabuhan lama kepada pemimpin negara-negara maju. Presiden Jokowi, kata Retno, membuka peluang bagi investor di negara anggota G20 untuk berinvestasi di sektor maritim tersebut.

“Presiden bicara mengenai 24 sea port dan expansion-nya. Kemudian dari 24 sea port ini akan dipresentasikan ke negara-negara yang ingin kerja sama,” jelasnya.

Kata Retno, tugas Kemenlu di sini adalah membantu Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Koordinator Bidang Maritim untuk mempromosikan program maritim seperti tol laut. Tindak lanjut dan eksekusi pengembangan tol laut berada di bawah Menko Ekonomi dan Menko Maritim.

“Tindak lanjutnya saya kira yang akan mengkoordinir adalah Menko Ekonomi dan Menko Maritim,” ujarnya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Brisbane -Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akan mengikuti acara pertemuan negara-negara maju, G20, di Brisbane Australia. Pada pertemuan G20 ini, Jokowi akan memprentasikan dan mempromosikan visi Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Salah satunya ialah promosi program tol laut atau pendulum nusantara. Sistem transportasi angkutan laut terjadwal ini nantinya membutuhkan pembangunan pelabuhan-pelabuhan besar.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari di Brisbane, Australia, Sabtu (15/11/2014).

“Memang salah satu yang banyak mendapat perhatian adalah masalah konsep maritim termasuk di antaranya masalah infrastrukturnya. Ada 5 pilar di poros maritim. Itu ada pilar infrastruktur yang akan banyak memerlukan tindak lanjut,” kata Retno.

Pemerintah Indonesia, kata Retno, akan menawarkan proyek 24 pelabuhan baru dan peningkatan kapasitas pelabuhan lama kepada pemimpin negara-negara maju. Presiden Jokowi, kata Retno, membuka peluang bagi investor di negara anggota G20 untuk berinvestasi di sektor maritim tersebut.