66680655-f609-488c-86a2-a387e91d6c2a_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Intel merambah dunia augmented reality (AR) dengan membuat wearable gadget berupa headset. Produsen chip ini menggunakan teknologi kamera RealSense 3D pada headsetnya.

AR sendiri berbeda dengan VR, meskipun agak mirip. Jika VR menyajikan pemandangan mata dengan visual yang dihasilkan oleh komputer, AR diklaim membuat penggunanya melihat sesuatu yang terasa lebih nyata karena menggunakan RealSense 3D.

Pilihan Intel yang lebih memilih terjun ke AR ketimbang VR membuatnya tampil beda, mengingat kebanyakan perusahaan teknologi saat ini berlomba membuat headset VR, sejak Oculus Rift sukses memikat perhatian.

Seperti detikINET kutip Mashable, Senin (7/3/2016), kompetitor Intel saat ini untuk teknologi AR antara lain termasuk HoloLens milik Microsoft, Apple yang sedang meriset AR dan VR sejak Januari, serta Google.

Sumber lain yang dilansir Wall Street Journal menyebutkan, produk ini tidak menyasar segmen consumer, melainkan akan ditawarkan ke perusahaan lain dan berkolaborasi untuk menyajikannya ke pasar. Menanggapi laporan ini, Intel sendiri belum memberikan komentar apapun.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta – Intel merambah dunia augmented reality (AR) dengan membuat wearable gadget berupa headset. Produsen chip ini menggunakan teknologi kamera RealSense 3D pada headsetnya.

AR sendiri berbeda dengan VR, meskipun agak mirip. Jika VR menyajikan pemandangan mata dengan visual yang dihasilkan oleh komputer, AR diklaim membuat penggunanya melihat sesuatu yang terasa lebih nyata karena menggunakan RealSense 3D.

Pilihan Intel yang lebih memilih terjun ke AR ketimbang VR membuatnya tampil beda, mengingat kebanyakan perusahaan teknologi saat ini berlomba membuat headset VR, sejak Oculus Rift sukses memikat perhatian.

Seperti detikINET kutip Mashable, Senin (7/3/2016), kompetitor Intel saat ini untuk teknologi AR antara lain termasuk HoloLens milik Microsoft, Apple yang sedang meriset AR dan VR sejak Januari, serta Google.

Sumber lain yang dilansir Wall Street Journal menyebutkan, produk ini tidak menyasar segmen consumer, melainkan akan ditawarkan ke perusahaan lain dan berkolaborasi untuk menyajikannya ke pasar. Menanggapi laporan ini, Intel sendiri belum memberikan komentar apapun.