PT BESTPROFIT FUTURES

Ketika program diet penurunan berat badan dilakukan, ada yang terjadi dalam tubuh, yakni perubahan kondisi hormon. Perubahan hormon ini diungkap dalam studi di Denmark.

Tim peneliti melakukan pengamatan pada 20 orang dengan obesitas. Seluruh responden diminta menjalani pola makan ultra rendah kalori selama dua bulan, dan berhasil mengalami penurunan bobot rata-rata 6 kg.

Setelah itu, setiap responden menjalani program pemeliharaan berat badan yang lebih ‘ringan’ selama setahun. Dan hasilnya, bobot mereka menjadi stabil seterusnya.

Dari percobaan itu peneliti menemukan bahwa hormon ghrelin, yang memicu rasa lapar, bisa meningkat sebesar 23 persen ketika responden menjalani program pertama.

“Rupanya saat diet dimulai, tubuh beradaptasi dengan menaikkan nafsu makan Anda. Mungkin itu caranya untuk ‘survive’ atau melawan keinginan Anda,” terang peneliti, Signe Sorensen Torekov, PhD seperti dilaporkan Men’s Health.

Namun setahun berikutnya, ghrelin responden menurun hingga 7 persen. Torekov menduga saat itu proses adaptasi tubuh mulai melambat. “Karena tubuh mulai terbiasa dengan bobot barunya, sehingga produksi hormon pemicu laparnya juga tidak sebanyak biasanya,” imbuhnya.

Menariknya, bersamaan dengan menurunnya produksi hormon ghrelin, peneliti juga menemukan terjadinya peningkatan dua hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang, yaitu GLP-1 dan PYY3-36. Kenaikannya juga berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu setahun.

Menurut Torekov, lemak tambahan yang ada di tubuh juga ikut berperan dalam menghalangi kinerja sel untuk memproduksi hormon-hormon pembuat kenyang ini. Oleh karena itu, ketika seseorang berhasil menghilangkan lemak di tubuhnya dan mempertahankannya dalam kurun waktu tertentu, produksi hormon-hormonnya akan kembali normal.

“Kuncinya, bila Anda bisa mempertahankan bobot dalam waktu setahun, Anda akan mulai jarang merasa lapar, sehingga menjaga agar bobot tetap stabil menjadi pekerjaan yang lebih mudah,” imbuhnya.

PT BESTPROFIT FUTURES

Ketika program diet penurunan berat badan dilakukan, ada yang terjadi dalam tubuh, yakni perubahan kondisi hormon. Perubahan hormon ini diungkap dalam studi di Denmark.

Tim peneliti melakukan pengamatan pada 20 orang dengan obesitas. Seluruh responden diminta menjalani pola makan ultra rendah kalori selama dua bulan, dan berhasil mengalami penurunan bobot rata-rata 6 kg.

Setelah itu, setiap responden menjalani program pemeliharaan berat badan yang lebih ‘ringan’ selama setahun. Dan hasilnya, bobot mereka menjadi stabil seterusnya.