f6652f73-90b5-4249-a3ec-83df375f6eab_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggenjot pembangunan jaringan rel kereta baru di luar Jawa, salah satunya adalah di Pulau Papua. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun dan membiayai pengembangan prasarana dan sarana kereta di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pemerintah akan membangun jaringan rel baru di Papua yang membentang sepanjang 1.550 kilometer (km) dengan kebutuhan dana sekitar Rp 108,3 triliun.

Dari rencana pengembangan tersebut, pemerintah akan memprioritaskan ruas Sorong-Manokwari sepanjang 390 km untuk dirampungkan dalam periode 2015-2019, sedangkan ruas lain akan diselesaikan dalam periode 2020-2030.

“Trans Papua ruas Sorong-Manokwari yang prioritas,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko dalam wawancara di Jakarta pekan lalu.

Selain ruas Sorong-Manokwari, Kemenhub akan membangun ruas Sarmi-Jayapura sepanjang 205 km, Manokwari Nabire sepanjang 308 km, Nabire-Sarmi 375 km, dan Nabire-Timika 272 km.

Untuk membangun ruas tersebut, Kemenhub mengakui kondisi geografis hingga pembebasan lahan akan menjadi tantangan terbesar. Meski demikian, pemerintah tetap akan membangun. Alasannya, jaringan kereta akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangun di daerah khususnya Papua.

“Kalau Papua, dia problema lain. Dia banyak batuan, pegunungan, dan masalah lahan,” sebutnya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggenjot pembangunan jaringan rel kereta baru di luar Jawa, salah satunya adalah di Pulau Papua. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun dan membiayai pengembangan prasarana dan sarana kereta di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pemerintah akan membangun jaringan rel baru di Papua yang membentang sepanjang 1.550 kilometer (km) dengan kebutuhan dana sekitar Rp 108,3 triliun.

Dari rencana pengembangan tersebut, pemerintah akan memprioritaskan ruas Sorong-Manokwari sepanjang 390 km untuk dirampungkan dalam periode 2015-2019, sedangkan ruas lain akan diselesaikan dalam periode 2020-2030.

“Trans Papua ruas Sorong-Manokwari yang prioritas,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko dalam wawancara di Jakarta pekan lalu.

Selain ruas Sorong-Manokwari, Kemenhub akan membangun ruas Sarmi-Jayapura sepanjang 205 km, Manokwari Nabire sepanjang 308 km, Nabire-Sarmi 375 km, dan Nabire-Timika 272 km.

Untuk membangun ruas tersebut, Kemenhub mengakui kondisi geografis hingga pembebasan lahan akan menjadi tantangan terbesar. Meski demikian, pemerintah tetap akan membangun. Alasannya, jaringan kereta akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangun di daerah khususnya Papua.

“Kalau Papua, dia problema lain. Dia banyak batuan, pegunungan, dan masalah lahan,” sebutnya.