37c144ec-bfab-4b06-8f4f-ca4d098e245c_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURE

New York -Dalam 4 hari perdagangan berturut-turut, harga minyak internasional jatuh. Kejatuhan ini salah satunya diakibatkan oleh prediksi pemerintah Amerika Serikat (AS), bahwa permintaan minyak akan terus menurun.

“Kemungkinan banyak produser yang menjual minyaknya di harga berapa pun meski rendah. Sulit bagi semua orang untuk berpikir positif di pasar, dengan data yang ada saat ini,” kata Analis, Scott Shelton dilansir dari Reuters, Rabu (10/2/2016).

Pada perdagangan Selasa di pasar New York, harga minyak jenis Brent turun US$ 2,56/barel atau 7,8% ke US$ 30,32/barel. Ini merupakan penurunan harian terbesar Brent sejak 1 September 2015 lalu.

Lalu harga minyak produksi AS turun US$ 1,75/barel (5,9%) ke US$ 27,94.barel. Ini merupakan yang terendah sejak Mei 2003. Harga bensin di AS turun 6%.

Harga minyak makin tertekan, setelah Energy Information Administration (EIA) di AS memprediksi permintaan minyak akan rendah dalam 2 tahun ke depan.

PT BESTPROFIT FUTURE

New York -Dalam 4 hari perdagangan berturut-turut, harga minyak internasional jatuh. Kejatuhan ini salah satunya diakibatkan oleh prediksi pemerintah Amerika Serikat (AS), bahwa permintaan minyak akan terus menurun.

“Kemungkinan banyak produser yang menjual minyaknya di harga berapa pun meski rendah. Sulit bagi semua orang untuk berpikir positif di pasar, dengan data yang ada saat ini,” kata Analis, Scott Shelton dilansir dari Reuters, Rabu (10/2/2016).

Pada perdagangan Selasa di pasar New York, harga minyak jenis Brent turun US$ 2,56/barel atau 7,8% ke US$ 30,32/barel. Ini merupakan penurunan harian terbesar Brent sejak 1 September 2015 lalu.

Lalu harga minyak produksi AS turun US$ 1,75/barel (5,9%) ke US$ 27,94.barel. Ini merupakan yang terendah sejak Mei 2003. Harga bensin di AS turun 6%.

Harga minyak makin tertekan, setelah Energy Information Administration (EIA) di AS memprediksi permintaan minyak akan rendah dalam 2 tahun ke depan.

PT BESTPROFIT FUTURE

New York -Dalam 4 hari perdagangan berturut-turut, harga minyak internasional jatuh. Kejatuhan ini salah satunya diakibatkan oleh prediksi pemerintah Amerika Serikat (AS), bahwa permintaan minyak akan terus menurun.

“Kemungkinan banyak produser yang menjual minyaknya di harga berapa pun meski rendah. Sulit bagi semua orang untuk berpikir positif di pasar, dengan data yang ada saat ini,” kata Analis, Scott Shelton dilansir dari Reuters, Rabu (10/2/2016).