Euforia Jokowi Masih Terasa, Bikin Dolar Melempem ke Rp 11.995

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Optimisme pelaku pasar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih berlanjut pasca pelantikan kemarin. Hari ini, nilai tukar rupiah kembali digdaya atas dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Reuters, Selasa (21/10/2014), rupiah resmi meninggalkan level Rp 12.000 per dolar AS. Saat ini dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 11.995.

Sejumlah perusahaan sekuritas menilai hari ini pelaku pasar masih dilanda euforia pemerintahan baru. Situasi politik yang kondusif menyebabkan pelaku pasar optimistis dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

“Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Kami menilai akan ada rebound pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2014,” sebut riset Mandiri Sekuritas.

Riset DBS Bank menyebutkan bahwa optimisme pasar muncul karena Jokowi dinilai punya latar belakang kemampuan memperkuat kapasitas birokrasi.

“Birokrasi yang efisien, kepastian hukum, dan perbaikan kinerja BUMN adalah hal-hal yang ada di pikiran para investor saat ini,” sebut riset itu.

Selanjutnya, pelaku pasar menantikan gebrakan kebijakan Jokowi-JK. Ada sejumlah isu yang akan menjadi perhatian investor.

“Ujian pertama bagi Jokowi adalah apakah akan memberikan posisi menteri ekonomi yang strategis kepada ahli non partisan. Pasar juga menantikan keberanian Jokowi untuk mengatasi masalah subsidi BBM (bahan bakar minyak),” sebut riset SucorInvest.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Optimisme pelaku pasar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih berlanjut pasca pelantikan kemarin. Hari ini, nilai tukar rupiah kembali digdaya atas dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Reuters, Selasa (21/10/2014), rupiah resmi meninggalkan level Rp 12.000 per dolar AS. Saat ini dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 11.995.

Sejumlah perusahaan sekuritas menilai hari ini pelaku pasar masih dilanda euforia pemerintahan baru. Situasi politik yang kondusif menyebabkan pelaku pasar optimistis dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

“Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Kami menilai akan ada rebound pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2014,” sebut riset Mandiri Sekuritas.