Dolar Tembus Rp 12.000 RNI Tunda Impor Daging dan Sapi

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) memutuskan untuk menunda rencana impor sapi indukan dan bakalan termasuk daging beku impor terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belum stabil.

RNI sempat berencana impor daging sapi dan sapi hidup ketika kurs Rp 9.500/dolar AS, namun kini kurs sudah Rp 12.200/dolar AS. Rencananya impor baru akan dilakukan awal tahun depan.

“Karena kurs dolar fluktuasi yang luar biasa, sementara soal rencana kami mengakuisisi dan impor sapi di dolar Rp 9.500, ketika dolar melompat di atas Rp 10.000, kami mengevaluasi kembali rencana-rencana itu,” kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro di sela-sela peluncuran rencana pembangunan perkantoran Gedung Rajawali Jalan MT Haryono, Minggu (12/10/2014)

Ia memastikan akan melakukan impor daging atau sapi hidup ketika dolar sudah melunak di angka Rp 10.000-11.000. Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah juga telah menunda rencana RNI mengakuisisi lahan peternakan di Australia.

“Namun kalau daging dan sapi kalau dolar sudah bawah 11.000, kami akan melakukan impor, namun belum pada akuisisi peternakan,” katanya.

Ismed berharap segera ada kestabilan politik di Indonesia sehingga nilai tukar rupiah berada di angka yang bisa diterima secara bisnis perseroan. Ia mengakui proyeksi kebutuhan sapi indukan dan bakalan impor yang dibutuhkan mencapai 35.000 ekor per tahun.

“Kenapa saya harus impor sapi karena saya harus menyiapkan plasma sapi itu untuk 5.000 orang, kalau 5000 orang dapat masing-masing 7 ekor sapi, berarti ada 35.000 ekor sapi itu akan kita lakukan secara reguler sepanjang tahun,” katanya.

Menurutnya dengan masuknya RNI ke bisnis peternakan sapi maka akan membantu pemerintah dalam stabilitas harga daging sapi yang belakangan ini yang rentan terjadi lonjakan. Ia optimistis dengan peternakan yang dikembangkan RNI di kawasan-kawasan perkebunan akan menambah populasi sapi hidup di Indonesia sehingga targetnya bisa memberikan harga yang wajar ke konsumen yaitu Rp 70.000-80.000 per Kg.

“Kami sekarang sambil menunggu fluktuasi rupiah redam dan kisaran angka rupiah yang rasional untuk dolar yang kita impor yaitu 10.000-11.000. Kalau di atas itu kita nggak sanggup,” katanya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) memutuskan untuk menunda rencana impor sapi indukan dan bakalan termasuk daging beku impor terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belum stabil.

RNI sempat berencana impor daging sapi dan sapi hidup ketika kurs Rp 9.500/dolar AS, namun kini kurs sudah Rp 12.200/dolar AS. Rencananya impor baru akan dilakukan awal tahun depan.