Dolar Singapura dan Australia Juga Keok Mengekor Dolar AS

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat usai pelantikan Presiden Joko Widodo. Di Money Changer PT Gaetkindo Terang Persada, posisi dolar melempem di angka Rp 11.875. Jauh berbeda saat Jokowi belum dilantik yang masih di posisi Rp 12.100 pada Jumat pekan lalu.

Penguatan rupiah tidak hanya membuat keok mata uang negara Paman Sam tetapi juga mata uang negara lain seperti Singapura dan Australia.

Rupiah terhadap Singapura tercatat menguat di level Rp 9.400 di hari ini dari sebelumnya yang mencapai Rp 9.500.

Sedangkan posisi rupiah terhadap mata uang Australia juga menguat di angka Rp 10.500 dari sebelumnya Rp 10.700.

“Singapura turun, turun semua, nggak ada yang naik, hampir semua turun. Australia juga turun,” ujar seorang petugas money changer di lokasi kepada detikFinance, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Namun begitu, pergerakan rupiah masih akan menunggu pemerintahan Jokowi dalam pembentukan kabinetnya.

“Orang masih pada mennunggu tim ekonomi. Kalau kurang bagus bisa naik lagi dolarnya. Nggak tahu diterima nggak Sri Mulyani, orang juga pada ingin tahu ya,” ujar dia.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat usai pelantikan Presiden Joko Widodo. Di Money Changer PT Gaetkindo Terang Persada, posisi dolar melempem di angka Rp 11.875. Jauh berbeda saat Jokowi belum dilantik yang masih di posisi Rp 12.100 pada Jumat pekan lalu.

Penguatan rupiah tidak hanya membuat keok mata uang negara Paman Sam tetapi juga mata uang negara lain seperti Singapura dan Australia.

Rupiah terhadap Singapura tercatat menguat di level Rp 9.400 di hari ini dari sebelumnya yang mencapai Rp 9.500.

Sedangkan posisi rupiah terhadap mata uang Australia juga menguat di angka Rp 10.500 dari sebelumnya Rp 10.700.

“Singapura turun, turun semua, nggak ada yang naik, hampir semua turun. Australia juga turun,” ujar seorang petugas money changer di lokasi kepada detikFinance, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Namun begitu, pergerakan rupiah masih akan menunggu pemerintahan Jokowi dalam pembentukan kabinetnya.

“Orang masih pada mennunggu tim ekonomi. Kalau kurang bagus bisa naik lagi dolarnya. Nggak tahu diterima nggak Sri Mulyani, orang juga pada ingin tahu ya,” ujar dia.