6b0af49c-d61b-433f-bc33-876e2623434e_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTUTRES

PT BESTPROFIT FUTUTRES – Jakarta -Senapan sniper buatan PT Pindad (Persero), SPR-2, menjadi idola dalam acara pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional bertajuk The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX), di Amman, Yordania.

Senapan yang bentuknya pernah muncul dalam film Rambo IV tersebut, merupakan produk asli karya insinyur Pindad.

“Murni karya sendiri, termasuk SS2,” kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, kepada detikFinance, Rabu (11/5/2016).

Lahirnya SPR-2 merupakan sebuah proses perjalanan panjang. Awalnya, Pindad menggandeng FN, Belgia, untuk pembuatan senapan serbu dan Baretta, Italia, untuk pembuatan pistol.

Khusus senapan serbu, Pindad dan FN melahirkan FNC. Sukses dengan FNC, Pindad secara mandiri baru mulai merancang senapan karyanya sendiri bernama SS-1. Di sanalah awal mula lahirnya senapan serbu seperti SS-2 hingga senapan sniper SPR-2.

“Setelah punya keahlian kita desain sendiri, sampai yang sekarang kita sudah bikin senjata SPR 2 untuk sniper,” tambahnya.

Senapan yang dibuat di Bandung itu mampu menembak hingga jarak 2.000 meter atau 2 kilometer (km). Kuatnya daya jangkau senjata SPR-2 ini karena menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99, atau disebut kaliber 50 dengan kapasitas per magasin 5 peluru.

Senjata ini juga dilengkapi dengan peredam dan mampu menembus baja setebal 2 cm. Satu unit SPR-2 dibandrol sekitar Rp 138 juta. PT BESTPROFIT FUTUTRES

PT BESTPROFIT FUTUTRES

PT BESTPROFIT FUTUTRES – Jakarta -Senapan sniper buatan PT Pindad (Persero), SPR-2, menjadi idola dalam acara pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional bertajuk The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX), di Amman, Yordania.

Senapan yang bentuknya pernah muncul dalam film Rambo IV tersebut, merupakan produk asli karya insinyur Pindad.

“Murni karya sendiri, termasuk SS2,” kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, kepada detikFinance, Rabu (11/5/2016).

Lahirnya SPR-2 merupakan sebuah proses perjalanan panjang. Awalnya, Pindad menggandeng FN, Belgia, untuk pembuatan senapan serbu dan Baretta, Italia, untuk pembuatan pistol.

Khusus senapan serbu, Pindad dan FN melahirkan FNC. Sukses dengan FNC, Pindad secara mandiri baru mulai merancang senapan karyanya sendiri bernama SS-1. Di sanalah awal mula lahirnya senapan serbu seperti SS-2 hingga senapan sniper SPR-2.