Newmont Tak Punya Iktikad Baik!

Newmont Tak Punya Iktikad Baik!

PT BESTPROFIT FUTURE

JAKARTA – Langkah arbitrase yang ditempuh PT Newmont Nusa Tenggara merupakan tanda bahwa perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak memiliki iktikad baik dalam proses renegosiasi yang tengah berlangsung.

“Artinya, Newmont tidak menunjukkan iktikad baik ke negara Indonesia untuk berinvestasi dengan baik,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurut CT, seharusnya langkah arbitrase wajar dilakukan jika proses negosiasi tidak berhasil menemukan jalan keluar. Dia menegaskan, pemerintah sampai saat ini masih terus mengupayakan penyelesaian hambatan perusahaan tersebut untuk melakukan ekspor bahan mineral.

“Ini tahap negosiasi, kalau negosiasi tiba-tiba mengajukan ke arbitrase? Kecuali sudah deadlock. Beberapa sudah kita sepakati permasalahannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dan pemegang saham mayoritasnya, Nusa Tenggara Partnership B.V. (NTPBV), suatu badan usaha yang berbadan hukum Belanda, mengumumkan pengajuan gugatan arbitrase internasional terhadap Pemerintah Indonesia.

Hal ini terkait larangan ekspor yang telah mengakibatkan dihentikannya kegiatan produksi di Tambang Batu Hijau. Penghentian produksi tersebut menimbulkan kesulitan dan kerugian ekonomi terhadap para karyawan PTNNT, kontraktor, dan para pemangku kepentingan lainnya.

PT BESTPROFIT FUTURE

JAKARTA – Langkah arbitrase yang ditempuh PT Newmont Nusa Tenggara merupakan tanda bahwa perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak memiliki iktikad baik dalam proses renegosiasi yang tengah berlangsung.

“Artinya, Newmont tidak menunjukkan iktikad baik ke negara Indonesia untuk berinvestasi dengan baik,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurut CT, seharusnya langkah arbitrase wajar dilakukan jika proses negosiasi tidak berhasil menemukan jalan keluar. Dia menegaskan, pemerintah sampai saat ini masih terus mengupayakan penyelesaian hambatan perusahaan tersebut untuk melakukan ekspor bahan mineral.

“Ini tahap negosiasi, kalau negosiasi tiba-tiba mengajukan ke arbitrase? Kecuali sudah deadlock. Beberapa sudah kita sepakati permasalahannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dan pemegang saham mayoritasnya, Nusa Tenggara Partnership B.V. (NTPBV), suatu badan usaha yang berbadan hukum Belanda, mengumumkan pengajuan gugatan arbitrase internasional terhadap Pemerintah Indonesia.