1653303780x390

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Managing Director Pacific International Lines Group Teo Siong Seng menyatakan bakal melakukan joint venture dengan China Cosco Shipping Corporation Ltd untuk membangun Jalur Sutra baru melewati Singapura.

Dengan demikian, grup kargo terbesar China tersebut bisa menjalin jaringan di Asia Tenggara.

“Perusahaan China sendiri tidak memiliki pengalaman untuk membawa investasi mereka di negara lain. Bekerja sama dengan perusahaan seperti kami akan membuat bisnis mereka lebih lancar. Mereka harus belajar cara kami berinteraksi dengan warga lokal dan bagaimana kami menjalankan bisnis,” ujar Teo yang juga ketua Singapore Business Federation.

Kerja sama patungan ini menegaskan potensi Singapura sebagai gerbang untuk masuk ke Asia Tenggara. Ini pun sejalan dengan langkah Presiden China Xi Jinping yang ingin mengekspor kelebihan kapasitas industri sekaligus membangun pengaruhnya di luar negeri.

Mengutip Bloomberg, Selasa (16/8/2016), di Singapura, jumlah perusahaan China yang teregister secara lokal naik hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir menjadi lebih dari 7.500. Namun, meningkatkan pengaruh di Asia Tenggara pun ada alasan politisnya bagi China.

Dengan mengeksploritasi familiaritas regional, perusahaan China dapat menavigasi politik lokal terkait klaim teritorial China atas Laut China Selatan.

Presiden Xi menawarkan dana besar bagi Asia Tenggara untuk beragam proyek infrastruktur maritim demi Jalur Sutra barunya. Dipadu dengan rute darat melalui Eurasia, maka proyek ini dinamakan “One Belt, One Road.”

Bagi Beijing, proyek ini adalah solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas industrial di berbagai sektor. Ini juga merupakan upaya ekonomi Xi untuk mendorong dan menjadi kekuatan regional dan tantangan dominasi AS selama berdekade.

PT BESTPROFIT FUTURES

Managing Director Pacific International Lines Group Teo Siong Seng menyatakan bakal melakukan joint venture dengan China Cosco Shipping Corporation Ltd untuk membangun Jalur Sutra baru melewati Singapura.

Dengan demikian, grup kargo terbesar China tersebut bisa menjalin jaringan di Asia Tenggara.

“Perusahaan China sendiri tidak memiliki pengalaman untuk membawa investasi mereka di negara lain. Bekerja sama dengan perusahaan seperti kami akan membuat bisnis mereka lebih lancar. Mereka harus belajar cara kami berinteraksi dengan warga lokal dan bagaimana kami menjalankan bisnis,” ujar Teo yang juga ketua Singapore Business Federation.