0739197QuadRooter780x390

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Check Point, lembaga riset keamanan, menemukan empat celah keamanan berbahaya di smartphone berbasis Androidyang menggunakan chipset bikinan Qualcomm. Celah tersebut mengancam 900 juta perangkat Android karena dapat digunakan sebagai jalan masuk hacker untuk menyerang.

“Dalam penelitian kami, ditemukan berbagai celah keamanan terkait dengan eskalasi hak akses di berbagai subsistem. Celah tersebut disebabkan oleh (celah) Qualcomm pada Android yang memakainya,” ujar Adam Donenfield, pimpinan peneliti Check Point.

Oleh Check Point, empat celah keamanan itu disebut sebagai “Quadrooter”. Peretas bisa saja mengeksploitasi salah satu dari empat celah tersebut dan memakainya untuk membuka jalan masuk hingga akses root pada perangkat.

Masalahnya, keempat celah ini ditemukan dalam driver yang dipakai untuk berbagai prosesor buatan Qualcomm.

Karena driver tersebut dibuat oleh Qualcomm, hanya pembuat chipsetitu saja yang bisa memperbaiki dan mendistribusikannya melalui operator atau produsen ponsel.

Menurut penelitian Check Point, total hampir 900 juta perangkat genggam berprosesor Qualcomm yang terancam Quadrooter. Beberapa di antaranya merupakan ponsel populer yang ada di pasar saat ini.

Ponsel yang dimaksud antara lain Blackberry Priv, Google Nexus 5X, Nexus 6, Nexus 6P, HTC One, HTC M9, HTC 10, LG G4, LG G5, LG V10, Moto X terbaru, OnePlus One, OnePlus 2, OnePlus 3, hingga SamsungGalaxy S7, dan S7 Edge.

Qualcomm telah rilis perbaikan

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari ZD Net, Selasa (9/8/2016), juru bicara Qualcomm mengatakan telah merilis perbaikan untuk seluruh cacat tersebut dan mengirimkannya ke pelanggan, rekan serta komunitas open source antara April hingga Juli.

Seluruh perbaikan keamanan tersebut sudah masuk dalam update yang setiap awal bulan dirilis Google untuk perangkat genggam merek Nexus. Sedangkan pembuat ponsel atau tablet lain merilis perbaikan itu pada waktu yang sama atau setelahnya.

Namun, dari empat cacat yang dikatakan sudah diperbaiki itu, update keamanan Google baru menyatakan tiga masalah saja yang selesai. Artinya masih ada satu celah keamanan yang terbuka.

PT BESTPROFIT FUTURES

Check Point, lembaga riset keamanan, menemukan empat celah keamanan berbahaya di smartphone berbasis Androidyang menggunakan chipset bikinan Qualcomm. Celah tersebut mengancam 900 juta perangkat Android karena dapat digunakan sebagai jalan masuk hacker untuk menyerang.

“Dalam penelitian kami, ditemukan berbagai celah keamanan terkait dengan eskalasi hak akses di berbagai subsistem. Celah tersebut disebabkan oleh (celah) Qualcomm pada Android yang memakainya,” ujar Adam Donenfield, pimpinan peneliti Check Point.