Cadangan Timah RI Tersisa 7 Tahun, BUMN Ini Menambang ke Myanmar

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Pulau Bangka-Belitung (Babel), terkenal sejak Zaman Belanda sebagai ladang mineral timah. Namun sayangnya pulau tersebut rusak akibat aktivitas pertambangan timah yang berlebihan, namun yang ironisnya justru Malaysia dan Thailand yang diuntungkan.

“Kita akui juga bahwa penambangan timah kita masih belum baik, lihat saja di Bangka Belitung, banyak yang rusak terutama akibat penambangan ilegal,” ujar Presiden Komisaris PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia Fenny Widjaja ketika berkunjung ke Redaksi detikFinance, Kamis (16/10/2014).

Fenny mengatakan, yang lebih parahnya lagi, timah-timah tersebut diekspor secara ilegal ke Malaysia dan Thailand, dan kedua negara tersebut tercatat sebagai eksportir timah. Padahal kedua negara tersebut sudah tak punya cadangan produksi timah yang besar.

“Jadi diekspor haram ke sana, oleh Malaysia dan Thailand diubah menjadi halal, itu yang terjadi,” katanya.

Menurutnya bila ekspor ke kedua negara tersebut untuk kebutuhan dalam negeri mereka maka tak masalah. Namun yang menyedihkan kedua negara tersebut kembali mengekspor timah asal Indonesia ke negara lainnya.

CEO PT Refined Bangka Tin Petrus Tjandra memberikan bukti bila banyak ekspor ilegal timah dari Indonesia ke kedua negara tersebut.

“Ini data produksi Malaysia Chamber of Mines, CNI-A yang dipublish terang-terangan Thailand itu sudah tidak produksi timah lagi pada 2012 dan 2013, tapi anehnya Thailand tercatat sebagai ekspor timah terbesar ke-4 dunia pada 2012 sebanyak 22.900 metrik ton, pada 2013 sebanyak 23.000 ton,” katanya.

Ia juga mengungkapkan Malaysia produksi timahnya pada 2012 hanya 3.700 MT tapi ekspornya tercatat 37.800 MT, pada 2013 produksinya hanya 3.800 MT tapi eksportnya tercatat 32.700 MT.

“Itu ekspor barangnya darimana? yang produsen paling dekat siapa lagi kalau dari Indonesia,” katanya.

PT BESTPROFIT FUTURE

Jakarta -Pulau Bangka-Belitung (Babel), terkenal sejak Zaman Belanda sebagai ladang mineral timah. Namun sayangnya pulau tersebut rusak akibat aktivitas pertambangan timah yang berlebihan, namun yang ironisnya justru Malaysia dan Thailand yang diuntungkan.

“Kita akui juga bahwa penambangan timah kita masih belum baik, lihat saja di Bangka Belitung, banyak yang rusak terutama akibat penambangan ilegal,” ujar Presiden Komisaris PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia Fenny Widjaja ketika berkunjung ke Redaksi detikFinance, Kamis (16/10/2014).

Fenny mengatakan, yang lebih parahnya lagi, timah-timah tersebut diekspor secara ilegal ke Malaysia dan Thailand, dan kedua negara tersebut tercatat sebagai eksportir timah. Padahal kedua negara tersebut sudah tak punya cadangan produksi timah yang besar.