1612188xiaomimi5780x390_20160225_082255

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Beberapa tipe ponsel Xiaomi dilaporkan langka di pasaran sejak sepekan terakhir.
Hal ini menyusul penyitaan ribuan unit smartphone Xiaomi ilegal alias black market oleh polisi, Selasa (7/6/2016) lalu.
“Barangnya lagi susah,” kata Putra (24), Selasa (14/6/2016).
Putra adalah salah satu penjual gadget di ITC Ambassador, Kuningan, Jakarta.
Ia berdalih kelangkaan itu lantaran permintaan pelanggan terlampau tinggi, sementara barang yang disediakan distributor relatif terbatas.
Hal itu diiyakan Nengsih (21) yang juga merupakan penjaga gerai smartphone di ITC Ambassador. Menurut dia, tiap hari ada saja yang menanyakan Redmi Note 2, Note 2 Pro, Note 3, atau Note 3 Pro

“Memang banyak yang tanya, tapi kami nggak mau jual. Kan barangnya belum resmi,” ia menuturkan. Pernyataan blak-blakan datang dari seorang penjual yang enggan disebut namanya. Menurut dia, lini Xiaomi sejatinya masih banyak di distributor gelap dan pedagang. Namun, mereka menahan produk itu dari pasar.
“Nggak ada yang berani jual terang-terangan. Kan baru razia minggu lalu,” kata penjual itu.
Si penjual mengaku dirinya dan rekan-rekan di ITC Ambassador masih menjual ponsel Xiaomi secara kucing-kucingan. Ia mengatakan razia pekan lalu tak bakal serta-merta menghentikan praktik jual-beli smartphone black market.”Jualnya sama pelanggan yang memang sudah kenal. Kalau sama orang baru nggak berani,” ia menjelaskan.

Sulitnya akses perdagangan itu membuat harga jual ponsel Xiaomi meningkat. Sebagai contoh, Redmi Note 2 Pro yang semestinya dihargai Rp 2,3 jutaan bisa dilepas senilai Rp 2,5 jutaan.
Perlu diketahui, distributor resmi Xiaomi di Indonesia hanya Erajaya. Sedangkan distributor gelap produk-produk vendor China itu berseliweran di mana-mana.
Menurut seorang sumber, menjamurnya distributor gelap disebabkan lambatnya distributor resmi memasukkan barang-barang baru.Padahal, antusiasme pasar Indonesia terhadap perangkat buatan Xiaomi terhitung tinggi.
Dua di antara lini produk Xiaomi yang tak kunjung tiba di Indonesia secara legal adalah Mi Note Pro dan Mi 5 Pro.  Mi Note Pro sudah dirilis sejak tahun lalu di pasaran global. Sedangkan Mi 5 Pro diperkenalkan pada Februari lalu, bertepatan dengan ajang MWC 2016. PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES

Beberapa tipe ponsel Xiaomi dilaporkan langka di pasaran sejak sepekan terakhir.
Hal ini menyusul penyitaan ribuan unit smartphone Xiaomi ilegal alias black market oleh polisi, Selasa (7/6/2016) lalu.
“Barangnya lagi susah,” kata Putra (24), Selasa (14/6/2016).
Putra adalah salah satu penjual gadget di ITC Ambassador, Kuningan, Jakarta.
Ia berdalih kelangkaan itu lantaran permintaan pelanggan terlampau tinggi, sementara barang yang disediakan distributor relatif terbatas.
Hal itu diiyakan Nengsih (21) yang juga merupakan penjaga gerai smartphone di ITC Ambassador. Menurut dia, tiap hari ada saja yang menanyakan Redmi Note 2, Note 2 Pro, Note 3, atau Note 3 Pro