Akankah Euro Melemah Jika ECB Akhirnya Menambah Stimulus  | bestprofit futures |  best |  profit |  futures |  bpf | bestprofit |  best profit |  bestprofit-futures |  best profit futures |  pt bestprofit |  pt best profit |  pt bestprofit futures |  pt best profit futures

Akankah Euro Melemah Jika ECB Akhirnya Menambah Stimulus

PT BESTPROFIT FUTURE

Kebijakan ekonomi ECB menjadi berita utama dalam kalender ekonomi pekan ini. Angka inflasi zona Euro yang tak kunjung melampaui 1%, membuat ECB harus mencermati kembali kemerosotan pertumbuhan harga. Prediksi konsensus memandang bahwa kebijakan utama ECB akan mengarah ke pemotongan suku bunga ke level rendah 0.10%. Sehingga, fasilitas yang deposito yang diberikan ECB kepada bank-bank akan berubah menjadi negatif yaitu -0.10%.

Berbagai upaya telah ditempuh Mario Draghi dan rekan-rekannya di ECB untuk menyudahi kondisi disinflasi, termasuk dengan memangkas separuh suku bunga acuannya dari 50 ke 24 basis poin, namun tak juga membuahkan hasil yang efektif. Draghi pun memutar otak lagi, kali ini dengan cara mendorong bank-bank untuk meluluskan pinjaman ke berbagai sektor perekonomian yang lebih luas. Atas dasar itulah, berbagai spekulasi mengenai skenario selanjutnya pun bermunculan.

Apakah Euro Akan Melemah?

Mendorong stimulus melalui suku bunga negatif, yang kurang lebih mirip dengan pelonggaran kuantitatif dan pembelian aset yang dilakukan oleh The Fed, diperkirakan akan menjerumuskan Euro ke kemerosotan tajam. Kemungkinan lain, jika hasil kebijakan ECB sesuai dengan prediksi pasar, maka Euro juga akan jatuh tapi pada awalnya saja. Pun, kemerosotan Euro hanya akan terbatas seiring dengan banyaknya investor yang telah mengantisipasi harga.

Intinya, reli mungkin terjadi karena ada sebagian investor yang berani mengambil tindakan di tengah kebingungan. Terakhir, segala keputusan ECB di luar suku bunga deposito negatif termasuk pemotongan suku bunga secara konvensional, diperkirakan akan dianggap sebagai sinyal hawkish dan akan melonjakkan Euro.

PT BESTPROFIT FUTURE

Kebijakan ekonomi ECB menjadi berita utama dalam kalender ekonomi pekan ini. Angka inflasi zona Euro yang tak kunjung melampaui 1%, membuat ECB harus mencermati kembali kemerosotan pertumbuhan harga. Prediksi konsensus memandang bahwa kebijakan utama ECB akan mengarah ke pemotongan suku bunga ke level rendah 0.10%. Sehingga, fasilitas yang deposito yang diberikan ECB kepada bank-bank akan berubah menjadi negatif yaitu -0.10%.

Berbagai upaya telah ditempuh Mario Draghi dan rekan-rekannya di ECB untuk menyudahi kondisi disinflasi, termasuk dengan memangkas separuh suku bunga acuannya dari 50 ke 24 basis poin, namun tak juga membuahkan hasil yang efektif. Draghi pun memutar otak lagi, kali ini dengan cara mendorong bank-bank untuk meluluskan pinjaman ke berbagai sektor perekonomian yang lebih luas. Atas dasar itulah, berbagai spekulasi mengenai skenario selanjutnya pun bermunculan.