ikan-tuna-beku-siap-ekspor_20160513_054119

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkerja sama dengan Perum Perikanan Indonesia (PERINDO) melakukan ekspor ikan perdana dari Tahuna, kawasan pulau terluar di Indonesia. Sebanyak 24 ton produk frozen muroaji, merupakan ikan jenis malalugis dikirim dari Pelabuhan Dagho dengan tujuan Jepang.
Ekspor perdana ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kesehatan ikan (health certificate), sebagai syarat wajib dari produk perikanan yang akan diekspor. Guna menjaga kontiunias ekspor secara berkelanjutan, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan Perum PERINDO.
“Untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor ke depan, saya memberikan penugasan kepada PERINDO,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kamis (12/5/2016).
Selain melalui jalur laut, seterusnya ekspor langsung ke negara tujuan juga dilakukan melalui jalur udara dari Bandar Udara Naha di Tahuna.
Sedangkan untuk kebutuhan domestik atau dalam negeri tetap akan dipenuhi baik laut melalui Bitung dan udara melalui Manado.
Menteri Susi mengungkapkan, Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) Dagho memiliki potensi investasi yang luar biasa untuk dikembangkan, namun ironisnya pemanfaatan nya masih sangat minim.
Potensi investasi sektor perikanan yang dimanfaatkan relatif masih kecil, hanya 27.200 Ton per tahun atau nilai pemanfaatannya baru 30,8 persen saja.

Jumlah itu dipasok masyarakat nelayan sebanyak 10.485 Ton dengan 9.669 kapal < 5 GT dan sisanya dari investor dengan kapal 15 GT yang hanya berjumlah 4 unit saja.
Padahal, Kepulauan Sangihe menyimpan potensi yang besar sebagai penghasil komoditas ekspor unggulan seperti cakalang dan tuna.
KKP pun terus mendorong Kepulauan Sangihe untuk menjadi sentra kawasan terpadu dengan membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Pada areal seluas 32000 m2 di bangun unit pengolahan ikan (UPI) seluas 450 m2, dua gedung pabrik es dengan kapasitas masing-masing 3 ton, gedung coldstorage 10 ton, gedung pabrik es compressor mycom 20 ton, dan ice storage 5 ton.
Selain itu juga dibangun instalasi listrik kapasitas 50 KVA, instalasi air, sleepway sepanjang 40 m, dermaga pelabuhan 6×30 m, tanki BBM 2 unit (5 KL dan 600 KL), serta Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) 4000 ton.
Anggaran yang disiapkan untuk merevitalisasi PPP Dagho ini mencapai Rp 29,5 miliar.
“KKP beserta pemerintah daerah, Kementerian/Lembaga terkait, perbankan dan BUMN Perikanan telah bertekad untuk bukan sekedar membangun, tapi lebih utama menumbuhkan perekonomian masyarakat”, kata Susi.

Perlu disampaikan bahwa dalam upaya mendorong pembangunan kelautan dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tahun 2015 dan 2016 KKP mengalokasikan bantuan kepada pemerintah daerah dan masyarakat senilai total Rp 57,6 miliar. PT BESTPROFIT FUTURES