ea8d5c62-6127-4f3f-a764-10138b34c651_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai paket kebijakan ekonomi belum sepenuhnya berjalan efektif. Persoalannya, karena masih ada sejumlah kebijakan yang belum dibuat payung hukumnya.

Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab paket kebijakan ekonomi belum sepenuhnya berjalan efektif.

“Mudah-mudahan setelah hal-hal yang diperlukan, supaya ini bisa jalan sudah ditandatangani, mudah-mudahan sih bisa jalan. Tapi untuk sekarang sih belum begitu efektif. Secara keseluruhan ada, tapi kan belum full. Mungkin baru terasa 10%, 30%, 50%. Bervariasi lah,” imbuh Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani, dalam acara open house di rumahnya, kawasan Kemang Timur, Jakarta (7/7/2016).

Ia pun membeberkan contoh implementasi yang dianggap kurang efektif yaitu insentif listrik bagi kalangan industri yang tercantum dalam paket ekonomi jilid 3.

“Misalnya untuk yang insentif untuk listrik, apabila industri memakai di atas malam, itu kan mestinya dapat insentif atau diskon. Itu juga belum berjalan,” tandasnya.

Kadin sendiri ditunjuk Pemerintah mengevaluasi paket ekonomi. Evaluasi tersebut berdasarkan pada kebutuhan industri.

“Jadi kita tidak menganalisa per paket tapi kita menganalisa atau memberikan masukan berdasarkan industrinya. Misalnya di industri yang kita anggap positif di industri yang paket 10,” kata Rosan.

Untuk itu selain evaluasi demi peningkatan implementasi paket kebijakan yang telah dirilis oleh pemerintah, ia mengungkapkan penambahan paket kebijakan tidak menutup kemungkinan menjadi satu pintu lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Kemarin ada ease of doing business, juga ada paket kebijakan khusus mengenai e-commerce katanya akan keluar. Itu Kadin juga yang mengusulkan supaya ada paket kebijakan mengenai e-commerce. Tentunya ada penambahan,” pungkasnya.

PT BESTPROFIT FUTURES, Jakarta -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai paket kebijakan ekonomi belum sepenuhnya berjalan efektif. Persoalannya, karena masih ada sejumlah kebijakan yang belum dibuat payung hukumnya.

Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab paket kebijakan ekonomi belum sepenuhnya berjalan efektif.

“Mudah-mudahan setelah hal-hal yang diperlukan, supaya ini bisa jalan sudah ditandatangani, mudah-mudahan sih bisa jalan. Tapi untuk sekarang sih belum begitu efektif. Secara keseluruhan ada, tapi kan belum full. Mungkin baru terasa 10%, 30%, 50%. Bervariasi lah,” imbuh Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani, dalam acara open house di rumahnya, kawasan Kemang Timur, Jakarta (7/7/2016).