6618063c-d857-483d-96b4-7debed250a0c_169

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES

Saat ini, Indonesia masih memiliki pinjaman luar negeri. Per Juni 2016, utang luar negeri pemerintah Indonesia (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 735,43 triliun, turun dari akhir Mei 2016 yang sebesar Rp 755,64 triliun.

Secara bilateral, Jepang, Prancis, dan Jerman masih menjadi kreditur terbesar utang Indonesia. Sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multilateral terbesar buat Indonesia, seperti dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu (3/8/2016).

3. Bank Pembangunan Asia (ADB)
Utang dari ADB per Juni 2016 adalah Rp 115,7 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 120,25 triliun. Jumlah ini adalah 15,7% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.

2. Bank Dunia
Bank Dunia turun dari posisi pertama ke posisi kedua pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Jumlahnya hingga akhir Juni 2016 mencapai Rp 219,82 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 225,93 triliun.

Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 29,8% dari total utang luar negeri pemerintah.

1. Jepang
Negeri Matahari Terbit kembali ke posisi pertama pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Per Juni 2016, utang pemerintah Indonesia ke Jepang mencapai Rp 228,05 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 224,62 triliun.

Utang tersebut mencapai 31% dari total pinjaman.

Selain 6 besar ini, Indonesia juga memiliki utang luar negeri ke negara ini:

  • Korea Selatan Rp 18,92 triliun
  • China Rp 12,11 triliun
  • Amerika Serikat (AS) Rp 9,72 triliun
  • Australia Rp 7,48 triliun
  • Spanyol Rp 3,64 triliun
  • Rusia Rp 3,52 triliun
  • Inggris Rp 2,36 triliun

PT BESTPROFIT FUTURES

Saat ini, Indonesia masih memiliki pinjaman luar negeri. Per Juni 2016, utang luar negeri pemerintah Indonesia (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 735,43 triliun, turun dari akhir Mei 2016 yang sebesar Rp 755,64 triliun.

Secara bilateral, Jepang, Prancis, dan Jerman masih menjadi kreditur terbesar utang Indonesia. Sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multilateral terbesar buat Indonesia, seperti dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu (3/8/2016).