Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan tutup selama 24 jam saat Hari Nyepi pada Rabu (25/3). Best Profit

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan simbol hormat terhadap masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu agar bisa khusyuk beribadah. Bestprofit

“Selama masa Nyepi, operasional dan kegiatan penerbangan domestik maupun internasional dihentikan sementara. Hal ini untuk menghormati masyarakat yang melaksanakan ibadah Nyepi,” ujar Novie dalam siaran pers pada Selasa (24/3).
PT Bestprofit

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Penanganan Virus Corona (Covid-19) pada Selasa (24/3), penutupan sementara bandara ini berlangsung mulai sejak 25 Maret pukul 06.00 WITA hingga 26 Maret pukul 06.00 WITA.
Penghentian sementara operasional bandara ini juga berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia Nomor A4678/19 NOTAMN tentang operasional bandara tutup karena Hari Nyepi.  PT Bestprofit Futures

Meski tak beroperasi, tim Otoritas Bandar Udara IV tetap akan melakukan koordinasi dengan komunitas bandara, seperti PT Angkasa Pura I, maskapai, kepolisian, TNI, dan pecalang untuk tetap berada di area bandara.

“Tujuannya untuk pengamanan sekaligus turut serta menjaga prosesi Hari Raya Nyepi agar berlangsung khidmat,” kata Novie.

Dalam rapat tersebut, Balai Serba Guna Desa Adat juga mengimbau agar sebelum Nyepi, warga mengurangi kegiatan di ruang publik, termasuk pawai ogoh-ogoh.

Mereka juga menganjurkan warga untuk melakukan upaya mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti penyemprotan disinfektan yang bakal diberikan oleh pemerintah daerah setempat.