as-pamer-ketangguhan-f-35b-lightning-ii-mampukah-lawan-su-35

 

 

 

 

PT BESTPROFIT FUTURES – Lockheed Martin, perusahaan pesawat asal Amerika Serikat, baru saja meluncurkan varian terbaru jet tempur F-35B Lightning II. Jet tempur ini didemonstrasikan dalam acara Royal International Air Tattoo di Fairford, Inggris, Jumat (8/7) lalu.

Pesawat yang digadang-gadang oleh Lockheed Martin ini diklaim bisa menjalani banyak peran, yakni pertempuran antarudara (dogfight), dukungan udara jarak dekat, serangan ke permukaan, dan pengeboman taktis. Tak hanya itu, pesawat ini juga mampu lepas landas maupun mendarat di landasan pacu yang pendek maupun pendaratan vertikal.

F-35 Lightning II atau Joint Strike Fighter adalah pesawat tempur generasi ke 5, produksi Lockheed Martin yang bekerja sama dengan Northrop Grumman, dan BAE Systems. Pesawat ini diklaim memiliki kemampuan ‘siluman’, sehingga tidak akan terlihat di radar lawan.

Bahkan, jumlah persenjataan dan amunisi yang dibawanya lebih bayak dibanding pesawat-pesawat tempur generasi sebelumnya, seperti F-16 dan F-18. Pesawat ini juga bisa bertugas sebagai mata-mata dari udara untuk mengumpulkan informasi dan mengirimkannya ke para komandan di darat.

Selama terbang, pilot mempunyai ‘mata dewa’. Dengan menekan sebuah tombol, sebuah kamera di bawah akan mulai bekerja, yang berfungsi untuk melihat keseluruhan pesawat. Jet pintar ini juga mengetahui cara melayang lebih baik daripada pilot Harrier, sehingga pilot tidak disibukkan mengemudi sehingga bisa memusatkan perhatian dalam sebuah pertempuran.

Di dalamnya terpasang mesin Pratt & Whitney F135 afterburning turbofan yang mampu memberikan dorongan hingga 43.000 lbf, dengan daya tampung bahan bakar sebesar 18.480 lb. Dengan kemampuan itu, mesin tersebut membuat F-35 mampu melaju dengan kecepatan maksimum Mach 1.67 atau 2.065 km per jam, dan mampu menjangkau 2.220 km. Sedangkan radius tempurnya mencapai 1.110 km.

Lalu, bagaimana dengan Su-35?

Secara karakteristik Su-35 telah mengambil alih peran generasi kelima jet tempur AS yang diproduksi sejak 1996 lalu. Irbis radar-control yang terpasang pada pesawat buatan Rusia itu mampu mendeteksi 30 target dalam jarak maksimal 400 km.

Su-35 bisa melesat hingga 2.390 km per jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km, sedangkan kecepatan maksimal F-22 mencapai 2.410 km per jam dengan jarak tempuh 2.000 km. Pesawat ini dilengkapi dua buah tangki bahan bakar.

Modernisasi yang dilakukan pemerintah Rusia terhadap Su-27 ini membuat sistem pertahanannya lebih baik. Hal itupun diakui pejabat AS sendiri, meski beberapa jet tempur mereka memiliki radar jenis Active Electronically Scanned Array (AESA). Dengan teknologi Irbis-E, Su-35 bisa menangkis serangan jamming yang dilancarkan dari pesawat musuh.

PT BESTPROFIT FUTURES