Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah jelang rilis survei keyakinan konsumen Bank Indonesia (BI) pada Senin (6/7). Pelemahan indeks saham dikarenakan maraknya arus modal keluar investor asing (capital outflow). Best Profit

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut derasnya modal keluar dari pasar saham bakal menekan laju indeks saham. Ditambah lagi, pandemi virus corona yang belum terkendali diproyeksi turut membayangi laju perdagangan. Bestprofit

“Gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir dalam pergerakan IHSG, sentimen berasal dari capital outflow (arus modal keluar) yang masih terjadi hingga saat ini jelang rilis tingkat kepercayaan konsumen hari ini,” katanya seperti dikutip dari risetnya.  PT Bestprofit

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.789-5.018.?

Sementara, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan meramal IHSG bergerak menembus level 5.000. Penguatan didorong optimisme pemulihan ekonomi.?

“IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tren penguatan dan berpotensi menguji resistance di level 5.000,” jelasnya.? PT Bestprofit Futures

Lihat juga: Redam Keresahan Nasabah Bukopin, Bos Kookmin Bank Sambangi RI
Ia memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 4.958-4.965 dan resistance 4.978-4.984.

Sementara, saham-saham utama Wall Street ditutup perkasa. Indeks Dow Jones menguat 0,36 persen ke level 25.827, S&P 500 naik 0,45 persen ke level 3.130, dan Nasdaq Composite hijau 0,52 persen menjadi 10.207.