PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan arus kas perseroan minus sebesar Rp693 miliar pada Maret 2020. Berkurangnya arus kas disebabkan anjloknya jumlah penumpang di tengah pandemi covid-19Best Profit

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan pada Januari arus kas KAI masih positif Rp436 miliar dan Februari sebesar Rp386 miliar. Namun, arus kas berkurang drastis pada Maret seiring dengan merebaknya virus corona yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang. Bestprofit

“Hanya saja arus kasnya, Januari masih positif , Februari positif, tapi Maret sudah negatif Rp693 miliar,” ujarnya dalam rapat virtual bersama Komisi VI DPR, Rabu (29/4).  PT Bestprofit
Perseroan juga mencatat rugi sebesar Rp92 miliar di Maret 2020. Padahal, pada Januari KAI masih mengantongi laba Rp26 miliar dan Rp143 miliar pada Februari.

Kerugian dipicu penurunan pendapatan kumulatif menjadi Rp1,54 triliun di Maret. Pada Januari, perseroan masih membukukan pendapatan sebesar Rp1,88 triliun dan Rp1,81 triliun pada Februari.  PT Bestprofit Futures


Data KAI mengungkapkan volume penumpang harian anjlok hingga 78,35 persen dari 1,27 juta di Januari menjadi hanya 275.827 pada akhir Maret.

“Kalau hari ini (volume penumpang) lebih turun lagi,” imbuhnya.

Guna mempertahankan keuangan perusahaan, Edi menuturkan KAI akan memaksimalkan layanan angkutan barang. Bahkan, KAI mulai melayani pengangkutan sayur mayur dan telur dari ke Pasar Induk Cipinang.

“Kereta barang sudah mengangkut dari Jawa Timur ke Pasar Induk Cipinang telur, sayur, dan buah-buahan. Ini baru kalau ada yang bisa naik ke kereta barang ini akan menolong KAI,” jelasnya.

Tak hanya itu, perseroan melakukan efisiensi biaya hingga 40 persen. Mereka juga mengajukan relaksasi pinjaman jatuh tempo kepada pihak kreditur.

“Kami juga memastikan ketersediaan fasilitas pinjaman jangka pendek untuk menjaga likuiditas,” ucapnya.