Sebanyak 2.800 KTP elektronik (e-KTP) tercecer di Cikande, Kabupaten Serang. Disdukcapil diminta untuk memberikan sanksi atas kejadian tersebut.

“Apapun menyangkut disiplin akan minta ke Dirjen Disdukcapil untuk memberikan sanksi, supaya yang lain juga hati-hati,” ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Tjahjo mengatakan e-KTP yang tercecer tersebut merupakan sampah yang sudah tidak terpakai. Namun dia meminta agar sampah tersebut tidak dibuang, melainkan digunting dan dimusnahkan.

“Memang itu sampah KTP, KK bisa, bekas akte kelahiran, KTP lama, KTP baru yang salah cetak. Tapi tolong walaupun barang sampah jangan kayak di Serang, dibuang di tempat sampah, harus digunting dan dimusnahkan,” kata Tjahjo. BEST PROFIT FUTURES

“Kalau buang kertas koran mungkin boleh, tapi itu pun ada aturan perdanya nggak boleh buang sampah seenaknya. BESTPRO Ini buang e-KTP itu salah, tolong disobek, dibakar,” sambungnya. BESTPROFIT FUTURES

Dia mengatakan tercecernya e-KTP ini BPF bukan pertama kali terjadi. Hal tersebut juga sebelumnya pernah terjadi di Bogor. PT BESTPROFIT

“Begitu tercecer pertama di Bogor, kami sudah keluarkan SOP-nya,” tuturnya. PT BEST PROFIT FUTURES

Sebanyak 2.800 e-KTP ini tercecer di semak belukar di Cikande, Kabupaten Serang. Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustafa menjelaskan KTP tercecer karena ada kelalaian dari oknum staf. PT BEST PROFIT

“Berdasarkan penjelasan, pihak pemerintah BEST PROFIT Kecamatan Cikande sedang BESTPROFIT merapihkan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. Ruang gudang tersebut akan digunakan. Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan,” ujar Asep (11/9). PT BESTPROFIT FUTURES